Fenomena Kerumunan Pasar Tanah Abang, Alasan Masyarakat Lebih Senang Belanja Offline

Rabu, 5 Mei 2021 14:58 Reporter : Anisyah Al Faqir
Fenomena Kerumunan Pasar Tanah Abang, Alasan Masyarakat Lebih Senang Belanja Offline Kerumunan Pasar Tanah Abang di Tengah Pandemi. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Menjelang lebaran, Pasar Tanah Abang, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan lainnya mengalami peningkatan kunjungan dari masyarakat. Bertransformasinya UMKM ke platform digital tidak membuat masyarakat mengurungkan niat untuk berbelanja langsung ke pasar membeli kebutuhan Hari Raya Idulfitri.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia, Ikhsan Ingratubun menilai kondisi ini tidak terlepas dari naluri harfiah masyarakat Indonesia yang senang bersosialisasi. Terlebih, selama satu tahun terakhir masyarakat terpaksa membatasi mobilitas untuk terhindar dari paparan virus corona.

"Itu sifat manusia sosial. Ini harkat hidup orang hidup yang senang berinteraksi. Orang-orang juga sudah bosan di rumah jadi mereka keluar rumah sekarang," kata Ikhsan saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu, (5/5).

Berbelanja langsung memiliki banyak keuntungan ketimbang membeli lewat platform digital. Sebab, masyarakat bisa memilih langsung barang yang diinginkan. Hal yang masih sulit dilakukan banyak orang saat bertransaksi jual beli di e-commerce.

"Kalau beli langsung bisa pilih langsung, lebih banyak daripada belanja online," kata dia.

Terlebih sat proses jual beli secara fisik, memungkina pembeli melakukan tawar-menawar harga barang dengan penjual. Interaksi sosial ini yang telah mengakar di masyarakat sehingga memilih datang langsung ke pasar.

"Bisa tawar menawar harga, kalau di medsos (media sosial) ini kan tidak bisa ditawar," kata dia.

Ikhsan menilai, kondisi yang terjadi di Pasar Tanah Abang dinilai lebih baik daripada yang terjadi di India. Masyarakat di Indonesia masih menggunakan masker sebagai salah satu protokol kesehatan yang dibuat pemerintah. Kondisi ini berbeda jauh dengan yang terjadi di India. Masyarakat berkerumun di tepi sungai Gangga tanpa menggunakan masker.

"Kita ini lebih baik, masyarakat masih menggunakan masker saat keluar rumah, jadi tidak ada peningkatan kasus baru seperti di India," ungkapnya.

Hal ini menunjukkan, kampanye protokol kesehatan yang digalakkan pemerintah sudah mulai berhasil. Meskipun masyarakat hanya menggunakan masker ketika berada di kerumunan. "Kalau kita sosialisasi protokol kesehatan di sini berhasil," kata dia.

Di sisi lain, ramainya pusat perbelanjaan tersebut tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat terhadap kondisi saat ini. Program vaksinasi Covid-19 berhasil mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk keluar rumah. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini