Fakta mencengangkan kondisi karyawan Freeport setelah dirumahkan

Rabu, 8 Maret 2017 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Fakta mencengangkan kondisi karyawan Freeport setelah dirumahkan Karyawan Freeport demo di Kementerian ESDM. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - "Freeport yang saat ini setop produksi, disebabkan PHK PT Smelting Gresik terhadap 309 karyawannya. Di mana, PT Smelting adalah satu satunya pabrik peleburan di Indonesia yang mengolah hasil tambang tembaga Freeport. Sekarang, gudang Freeport menumpuk karena karyawan yang bertugas di bagian inti dan bagian lainnya PT Smelting telah di PHK," ujar Zainal di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Selasa (7/3).

Dia menjelaskan pemecatan sepihak yang dilakukan PT Smelting terhadap 309 karyawan, berawal dari mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan akibat gaji yang tidak sesuai.

Menurutnya, aksi mogok kerja yang dilakukan 309 karyawan mendapat reaksi PHK sepihak oleh pihak manajemen. Alasannya, manajemen menilai bahwa mogok kerja yang dilakukan bagian tindakan indisipliner terhadap manajemen PT Smelting.

"Pembahasan PKB (perjanjian kerja bersama) dengan manajemen itu dilakukan sejak 26 November 2016 hingga 6 Januari 2017. Karena tidak kunjung ada kesepakatan, para karyawan kemudian melakukan mogok kerja."

"Mereka beralasan bahwa kami tidak disiplin, tidak mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan. Bahkan, kami tidak diberi hak kami setelah dilakukan PHK," imbuhnya.

Dengan demikian, Zainal meminta ada inisiatif baik dari pihak manajemen untuk melakukan mediasi dengan 309 karyawan untuk menemukan solusi bagi nasib karyawan sesuai dengan PKB yang telah disepakati."Kami minta kepada manajemen untuk konsekuen dalam menjalankan perjanjian bersama dan PKB yang disepakati sebelumnya," pungkasnya.

[sau] SEBELUMNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini