Fakta Kenaikan Tarif Listrik di Tengah Pandemi Imbas Penghapusan Diskon dan Subsidi

Sabtu, 5 Juni 2021 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Fakta Kenaikan Tarif Listrik di Tengah Pandemi Imbas Penghapusan Diskon dan Subsidi Petugas PLN cek meteran listrik rumah warga. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah bakal segera menghapus diskon listrik dan subsidi. Sejak April 2021, pemerintah mengurangi subsidi listrik PLN kepada 33 juta pelanggan dari semua kategori.

Sebagian pelanggan PLN 450 VA yang mendapat subsidi, pemakaian bulan ini akan mulai membayar 50 persen dari total tagihan.

Sementara itu, untuk pelanggan 900 VA, sebagian subsidinya dikurangi setengah dari sebelumnya. Sehingga diskon yang diberikan hanya 25 persen dari semula diskon 50 persen.

"Pelanggan 450 VA ini bayar 50 persen, tadinya gratis. Yang biasanya diskon 50 persen jadi diskonnya 25 persen," kata EVP Tarif dan Subsidi (EVP ATS) PT PLN (Persero), Tohari Hadiat.

Rencana pengurangan subsidi ini pun telah dibahas sejak Maret 2021. Pihaknya pun telah mempersiapkan penghitungan tagihan listrik bagi 30 juta pelanggan PLN yang mendapat pengurangan subsidi listrik.

"Persiapan kami ini hanya mengubah besaran nilai diskon pada rekening yang harus disesuaikan dan kami sudah siapkan sejak bulan lalu," kata dia.

Berikut sederet fakta rangkuman merdeka.com tentang nasib diskon dan subsidi listrik yang bakal hilang.

Baca Selanjutnya: 1 Hapus Diskon Listrik Juli...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini