Fakta-Fakta Kemiskinan RI, Terendah Sejak 1998 Hingga Jadi Polemik

Jumat, 28 Desember 2018 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura, Yayu Agustini Rahayu
Fakta-Fakta Kemiskinan RI, Terendah Sejak 1998 Hingga Jadi Polemik Ilustrasi kemiskinan. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Kemiskinan, masih menjadi masalah bagi semua negara di dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah guna mengurangi kemiskinan di Indonesia. Meski demikian, hal tersebut bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Pada Juli lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan di Indonesia hingga Maret 2018 mencapai 25,95 juta orang (9,82 persen), berkurang sebesar 633,2 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang (10,12 persen).

Kepala BPS, Suhariyanto menyebutkan angka tersebut paling rendah sejak krisis moneter yang dialami Indonesia pada 1998 silam. "Ini pertama kali Indonesia mendapatkan tingkat angka kemiskinan satu digit, terendah sejak 1998. Meski penurunan jumlah penduduknya tidak yang paling tinggi," kata Suhariyanto di kantornya, Senin (16/7).

Dia mengungkapkan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2017 sebesar 7,26 persen, turun menjadi 7,02 persen pada Maret 2018. Sementara itu, persentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada September 2017 sebesar 13,47 persen, turun menjadi 13,20 persen pada Maret 2018.

Selama periode September 2017-Maret 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 128,2 ribu orang (dari 10,27 juta orang pada September 2017 menjadi 10,14 juta orang pada Maret 2018), sementara di daerah pedesaan turun sebanyak 505 ribu orang (dari 16,31 juta orang pada September 2017 menjadi 15,81 juta orang pada Maret 2018).

Kemiskinan yang mencapai satu digit ini pun banyak mendapatkan pujian dari berbagai pihak. Namun, tak sedikit juga pihak yang justru kontra dengan data kemiskinan tersebut.

Berikut ulasan fakta-fakta mengenai kemiskinan mencapai satu digit.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini