Fakta Beban Berat Keuangan Garuda Indonesia Hingga Komisaris Rela Tak Digaji

Kamis, 3 Juni 2021 06:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Fakta Beban Berat Keuangan Garuda Indonesia Hingga Komisaris Rela Tak Digaji Garuda Indonesia. merdeka.com

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau GIAA sedang mengalami kesulitan keuangan imbas kesalahan pengelolaan masa lalu dan dampak pandemi Virus Corona. Utang perseroan hingga kini terus menumpuk hingga mencapai Rp70 triliun.

Memang Garuda Indonesia telah memiliki sejumlah strategi untuk mengatasi masalah ini. Seperti diantaranya menawarkan program pensiun dini.

Selain pensiun dini dan pengurangan jumlah operasional pesawat, langkah lain yang dilakukan perseroan adalah meluncurkan promosi Garuda Eco Lite, Garuda Online Travel Fair.

Perseroan juga melakukan pembukaan penerbangan langsung khusus kargo guna mendukung daya saing komoditas ekspor nasional dan pengembangan UMKM. Serta pengoperasian pesawat passenger freighter, optimalisasi layanan carter kargo, dan pengembangan layanan pengiriman barang Kirim Aja berbasis aplikasi digital.

Namun, strategi bukan tanpa dampak. Berikut sejumlah fakta mengenai beban berat keuangan Garuda Indonesia.

Baca Selanjutnya: 1 Tawarkan Pegawai Pensiun Dini...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini