Faisal Basri: Rupiah Masih akan Bergejolak di Tahun Politik

Rabu, 13 Februari 2019 12:54 Reporter : Merdeka
Faisal Basri: Rupiah Masih akan Bergejolak di Tahun Politik Faisal Basri. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan kestabilan nilai tukar rupiah masih akan menghadapi tantangan di tahun politik. Meski beberapa waktu lalu rupiah sempat menguat ke level Rp 13.000 di awal tahun, namun saat ini rupiah kembali ke Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

‎"Rupiah tidak menguat secara signifikan, masih akan naik turun. Secara psikologis dan historis rupiah masih akan melemah," ujar dia dalam Market Outlook 2019 Mandiri Manajemen Investasi di Jakarta, Rabu (13/2).

Menurut Faisal, tekanan terhadap rupiah masih bersumber dari defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah untuk menurunkan CAD agar rupiah bisa menguat dan stabil di 2019,

"Karena masih CAD, kalau current account ini defisit ya rupiah melemah. Karena CAD ini terdiri dari ekspor impor barang dan jasa. Nah kalau utang kan tidak setiap bulan. Jadi (penguatan) rupiah yang mengandalkan utang tidak akan sustainable. Tapi kalau mengandalkan CAD bisa sustain," kata dia.

Selain itu, meski ekspor dan impor merupakan kegiatan yang wajar dilakukan oleh sebuah negara, namun Indonesia harus bisa menekan impor khususnya untuk barang-barang yang sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri dan menggenjot ekspor nonmigas.

"Ekspor-impor sebetulnya suatu hal yang lumrah dilakukan oleh suatu negara. Kalau kita tidak bisa bikin suatu produk, ya terpaksa impor. Tapi kita juga harus jual produk kita ke pasar negara lain. Ini supaya seimbang," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini