Faisal Basri: Cadangan Devisa Akhir Agustus 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Jumat, 10 September 2021 10:30 Reporter : Sulaeman
Faisal Basri: Cadangan Devisa Akhir Agustus 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Ekonom Senior Faisal Basri menanggapi lonjakan posisi cadangan devisa negara pada akhir Agustus 2021 sebesar USD 144,8 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Juli 2021 sebesar USD 137,3 miliar.

Menurutnya, realisasi cadangan devisa tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

"Cadangan devisa tertinggi sepanjang sejarah pada akhir Agustus 2021. Nilai tukar rupiah mendekati Rp14.000 per dollar AS," tulis Faisal Basri lewat akun twitternya @FaisalBasri, dikutip Jumat (10/9).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia (BI), Doddy Zulverdi mengungkapkan, bahwa peningkatan cadangan devisa di akhir Agustus lalu tak lepas dari suntikan Dana Moneter Internasional (IMF) melalui alokasi Special Drawing Rights (SDR). SDR sendiri diberikan kepada seluruh negara anggota, tak hanya Indonesia.

"Ini adalah kebijakan IMF untuk mendukung ketahanan seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia, dalam menghadapi dampak dari adanya Covid-19 ini," kata Doddy dalam taklimat media secara daring di Jakarta, Rabu (8/9).

Menurut dia, pemberian alokasi SDR tersebut dilakukan IMF sesuai kuota yang dimiliki negara masing-masing dan telah disetujui seluruh negara anggota.

Indonesia mendapatkan tambahan alokasi sebesar 4,46 miliar SDR atau setara USD 6,31 miliar dari IMF, sedangkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Eropa mendapatkan alokasi yang lebih besar lagi, sesuai kuota yang dimiliki masing-masing negara tersebut.

"Dengan demikian, alokasi ini memang diberikan IMF kepada seluruh negara anggota dan bukan atas permintaan Indonesia secara pribadi," kata Doddy.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa alokasi SDR bukanlah utang, melainkan semacam dana yang bisa digunakan untuk cadangan devisa dan tidak ada batas waktu untuk dikembalikan, sehingga berbeda dengan pinjaman IMF pada krisis 1998. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini