Facebook Kini Punya Cara Menangkal Informasi Hoaks, Begini Cara Kerjanya

Rabu, 16 Oktober 2019 14:48 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Facebook Kini Punya Cara Menangkal Informasi Hoaks, Begini Cara Kerjanya Facebook Menggelar Indonesian Summit. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari menyebutkan bahwa Facebook akan membuat chat bot penangkal hoaks. Kehadiran chat bot ini hasil kerja sama dengan komunitas Mafindo, sebuah grup anti hoaks yang ada di platform Facebook.

Ruben menjelakan, Mafindo adalah sebuah grup yang awalnya kecil dan sekarang telah bertransformasi menjadi sebuah komunitas yang cukup besar. Misi mereka adalah meluruskan dan menyaring informasi-informasi yang kurang benar dan beredar di masyarakat khususnya di platform Facebook.

Oleh karena itu, Facebook menggandeng Mafindo sebagai mitra strategis dalam rangka memerangi informasi hoaks. Adapun chat bot tersebut akan berada di platform WhatsApp dengan menggunakan nomor khusus yang nantinya dapat diakses oleh masyarakat umum.

"Mafindo sekarang adalah mitra strategis, kami menarik mereka untuk pengecekan fakta. Kami bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan chat bot untuk menyaring informasi yang kurang benar," kata dia dalam acara konferensi pers di Sheraton Gandaria City, Jakarta, Rabu (16/10).

Dia mengungkapkan, chat bot tersebut sebetulnya sudah ada dan dapat digunakan. Dengan adanya kerjasama tersebut, chat box akan dilengkapi database yang lebih lengkap melalui kerjasama teknis.

"Miss informasi adalah isu yang sangat penting, kita punya misi yang sama yaitu ingin melawan miss informasi tersebar secara luas. Mafindo datang ke kami, mengeluarkan (ide) chat bot yang bisa berjalan di WA, tapi kerja sama kita hanya sebatas memberikan teknis," dia menambahkan.

Adapun cara penggunaannya adalah, masyarakat dapat mengirimkan informasi yang ingin diketahui kebenarannya. Ketika chat dikirim nantinya akan disinkronisasikan dengan berita yang ada di database.

"Dicek, ini betul gak ada di database, nanti berita bisa diverifikasi. Tapi kalau belum ada (di database), tim Mafinndo akan menampung," tutupnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Facebook
  2. Hoaks
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini