Event Olahraga Ditunda, Pemerintah Bakal Tambah Iklan di Sektor Broadcasting

Selasa, 30 Juni 2020 12:07 Reporter : Sulaeman
Event Olahraga Ditunda, Pemerintah Bakal Tambah Iklan di Sektor Broadcasting Sepak bola. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pelaku bisnis terkait industri olahraga nasional telah terdampak parah akibat pandemi Covid-19. Di antaranya sektor broadcasting yang tengah merugi akibat penundaan sejumlah pertandingan berbagai cabang olahraga.

"Sektor ini (broadcasting) juga telah meminta bantuan pemerintah. Akibat penundaan olahraga," ujar dia dalam webinar via YouTube, Selasa (30/6).

Menurutnya bantuan yang diusulkan oleh pelaku industri broadcasting dalam negeri, ialah masuknya tambahan iklan oleh pemerintah. Sebab iklan dari swasta telah mengalami penurunan jumlah akibat penundaan siaran pertandingan sejumlah cabang olahraga di saat pandemi ini.

Tak hanya broadcasting, kerugian juga dialami oleh pelaku usaha pembuatan jersey dan sepatu olahraga lokal. Hal ini dikarenakan adanya pembatalan pesanan dari sejumlah negara akibat penundaan pertandingan olahraga di tahun ini.

"Jadi industri terkait olahraga kita. Seperti garmen untuk pembuatan jersey maupun sepatu olahraga ini telah terpukul," ujarnya.

Oleh karenanya, dia mendorong industri broadcasting harus mengeksplorasi aliran pendapatan selain hak siar dan aliran iklan. Antara lain melalui fitur kepemirsaan premium.

Pun pelaku industri garmen domestik juga diharapkan dapat memanfaatkan layanan penjualan secara daring. Mengingat di masa pandemi ini mayoritas orang akan lebih sering menggunakan internet untuk menunjang pekerjaan atau aktivitas lainnya.

1 dari 1 halaman

Industri Olahraga Merugi

Pandemi Covid-19 membuat pendapatan industri olahraga global diproyeksikan terpangkas hingga 50 persen atau menjadi USD 73,3 miliar di tahun ini. Padahal target pra-pandemi di industri ini mencapai USD 135,3 miliar.

"Industri olahraga global sangat terdampak. Olahraga sebagai penyumbang kegiatan ekonomi hampir mencapai USD 140 miliar mengalami penurunan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam webinar via YouTube, Selasa 30/6).

Airlangga menjelaskan terpangkasnya penerimaan industri olahraga global disebabkan oleh penundaan sejumlah pertandingan dari berbagai cabang olahraga lumbung uang. Di antaranya liga-liga sepakbola dunia yang digeser pelaksanaannya ke tahun 2021.

Namun, apabila terpaksa digelar pada tahun ini. Sejumlah negara mewajibkan penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton yang artinya klub elite dunia bakal kehilangan penerimaan dari keuntungan penjualan tiket.

Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) ini juga menyebut turunnya pendapatan industri olahraga juga dipengaruhi oleh penundaan pelaksanaan Olimpiade 2020 di Jepang. Imbasnya industri tersebut mengalami kerugian hingga USD 13,4 miliar akibat biaya yang telah di keluarkan panitia untuk perbaikan prasarana dan sarana penunjang. [azz]

Baca juga:
Ada Covid-19, Industri Olahraga Dunia Kehilangan Pendapatan Hingga 50 Persen
Dokter Reisa Sebut Gym dan Tempat Fitness Sudah Bisa Dibuka, Ini Syaratnya
Tips Olah Raga Lari dan Bersepeda di Ruang Publik ala Dokter Reisa
Langsung Mandi Usai Berolahraga, Apakah Boleh Dilakukan?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini