Esemka Enggan Disebut Mobil Nasional, Ini Kata Airlangga

Rabu, 14 Agustus 2019 15:53 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Esemka Enggan Disebut Mobil Nasional, Ini Kata Airlangga mobil esemka. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto buka suara terkait pernyataan produsen mobil Esemka yang enggan disebut sebagai mobil nasional (mobnas). Menurut dia, Esemka merupakan salah satu merek kendaraan nasional.

Dia pun menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah mendukung perkembangan industri otomotif di Indonesia. Dukungan tersebut diberikan kepada semua produsen mobil termasuk Esemka.

"Program pemerintah adalah mendukung industri otomotif. Jadi industri otomotifnya silakan. Kalau yang merek nasional misalnya untuk kendaraan, contohnya AMMDes, itu kan merek nasional. Kemudian ada Esemka. Kemudian kalau untuk motor berbasis listrik, ada yang mereknya Gesits. Jadi itu terkait dengan merek nasional," kata dia, saat ditemui, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (14/8).

Terkait kemungkinan adanya dampak terhadap penjualan tanpa adanya label mobil nasional, Airlangga mengatakan hal tersebut amat bergantung pada konsumen. "Kita lihat, itu jawabnya mobil merek nasional. Jadi kalau merk kan macam-macam dan merek itu nanti market yang menilai," ujar Airlangga.

Sebelumnya, Direktur PT SMK Eddy Wirajaya mengatakan, pihaknya masih enggan produknya disebut sebagai mobil nasional (mobnas). "Kami bukan mobil nasional, hanya mobil yang diproduksi di Indonesia. Jadi, jangan salah persepsi, karena pengertian mobil nasional itu luas," tegasnya.

Saat ini pihaknya akan berkonsentrasi ke model pikap, yang disebut Bima. Model ini, nantinya akan diluncurkan dalam beberapa tipe, dan dibedakan antara kapasitas mesin dan size mobilnya.

"Kenapa pickup? Karena itu bagian dari strategi kita sebagai manajemen. Kami ingin bagaimana menyeimbangkan daerah terpinggirkan, dan mulai dari situ," tambahnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini