ESDM Terus Dorong Penggunaan EBT Jadi Sumber Energi Masyarakat

Kamis, 4 April 2019 12:45 Reporter : Wilfridus Setu Embu
ESDM Terus Dorong Penggunaan EBT Jadi Sumber Energi Masyarakat panel surya. ©REUTERS/Regis Duvignau

Merdeka.com - Kementerian ESDM terus mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Tanah Air. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan energi fosil.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harris mengatakan, cadangan energi fosil terus mengalami pengurangan setiap tahunnya. Oleh karena itu, jika sumber energi alternatif tidak dipersiapkan sejak dini, maka mengganggu kebutuhan akan energi.

"Kalau kita kembali melihat kepada bagaimana energi di Indonesia sampai dengan saat ini, kita masih menggunakan energi fosil sebanyak 90 persen lebih. Batubara paling banyak kemudian minyak dan gas. Karena terus berkurang pemanfaatannya, maka kita kurangi," kata dia dalam pembukaan The 7th Edition of INAGRRENTECH 2019 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (4/4).

Menurut dia, untuk mengurangi penggunaan energi fosil, maka diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan penggunaan EBT. "Untuk melakukan itu maka peran energi bersih yang terbarukan, yang sustainable kita tingkatkan. Wujudnya lewat tenaga angin, tenaga matahari yang wujudnya banyak. Ini belum diterapkan maksimal karena perannya di bawah 10 persen," urai dia.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bauran EBT untuk pembangkit listrik masih berada di angka 12,4 persen pada 2018. Sumber energi terbesar untuk pembangkit listrik masih berasal dari batu bara sebesar 60,5 persen dan gas bumi, 22,1 persen.

Padahal, Indonesia menargetkan bauran EBT untuk pembangkit listrik bisa mencapai 23 persen pada 2025. Itu berarti, masih ada kekurangan 10,6 persen bauran EBT untuk mencapai target itu. "Energi kita lihat sebagai penggerak ekonomi. Maka tentunya aspek pentingnya benar-benar harus kita jaga," ujarnya.

Dia pun mengakui bahwa saat ini masih cukup banyak masyarakat Indonesia, yakni sebanyak 2.500 desa, yang belum memiliki akses sambungan listrik. EBT, kata dia, menjadi salah satu sumber energi alternatif yang dapat diandalkan dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di daerah-daerah tersebut.

"2.500 desa itu sama sekali belum ada dan pemerintah punya program untuk itu. Bapak ibu sebagaimana kita ada target 23 persen untuk EBT dan upaya untuk mencapai target itu dilakukan oleh pemerintah, swasta dan lembaga pembiayaan itu ada upaya untuk mencapai itu agar listrik bisa dirasakan oleh kita," tandasnya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Energi Baru Terbarukan
  2. ESDM
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini