ESDM: Risiko Gas Sumur ONWJ Seperti Semburan Teluk Meksiko di Film Deepwater Horizon

Rabu, 17 Juli 2019 16:57 Reporter : Merdeka
ESDM: Risiko Gas Sumur ONWJ Seperti Semburan Teluk Meksiko di Film Deepwater Horizon Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Gelembung gas di lapangan YYA, Blok Offshore North West Java (ON‎WJ) yang terletak di perairan Pantai Utara Pulau Jawa, berpotensi menimbulkan semburan gas (blow out) seperti bencana tumpahan minyak di Teluk Meksiko, Amerika Serikat yang difilmkan dengan judul Deep Horizon.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto mengatakan, risiko terburuk atas kejadian gelembung gas yang berasal dari sumur YYA-1 tersebut adalah terjadi semburan gas (blow out), bahkan skalanya bisa besar seperti yang terjadi di Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

"Pernah menonton Deep Horizon nggak? Kejadian buruknya bisa seperti itu (Deep Horizon)‎," kata Djoko di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/7).

Untuk menghindari risiko paling buruk tersebut, saat ini sudah dilakukan upaya penghentian gelembung gas ‎dengan melakukan pengeboran miring. Namun, upaya tersebut mengakibatkan anjungan lepas pantai yang ada di YYA Blok ONWJ yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE) mengalami kemiringan, saat ini kemiringannya sudah mencapai 8 derajat.

"Sekarang sedang diupayakan dilakukan bor miring untuk menutup kebocoran gas blow out. Risikonya anjungan miring 8 derajat miringnya," tutur Djoko.

Menurut Djoko, Kementerian ESDM dan Pertamina sudah menurunkan tim untuk mengatasi gelembung gas tersebut. Upaya tahap awal adalah menyelamatkan pekerja untuk menghindari korban jiwa, kemudian berikutnya adalah mengantisipasi kerusakan lingkungan.

"Tim kami sedang berada di lokasi sejak hari kejadian kan Jumat (12 Juli 2019), kami sudah mengirim ke sana. Masih di Pertamina crisis center‎," jelasnya.

Sumur YYA-1 merupakan sumur reaktivasi di sekitar 2 Kilo Meter (KM) dari Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat.‎ ‎Gelembung gas muncul sejak Jumat (12/7/2019), dalam proses pengeboran untuk mengaktifkan kembali sumur YYA-1 untuk diproduksi kandungan minyak dan gasnya (migas).

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Migas
  2. ESDM
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini