ESDM Lengkapi Perekam Aktivitas Vulkanik Gunung Krakatau, Pemantauan Lebih Baik

Senin, 25 Maret 2019 15:40 Reporter : Merdeka
ESDM Lengkapi Perekam Aktivitas Vulkanik Gunung Krakatau, Pemantauan Lebih Baik Gunung Krakatau. REUTERS

Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melengkapi alat perekam aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, setelah sebelumnya rusak akibat erupsi dan vandalisme.

‎Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani mengatakan, ‎peralatan pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terdapat di Pulau Krakatau mengalami kerusakan akibat erupsi pada 22 Desember 2018, sehingga pihaknya menggunakan alat pemantau yang terdapat di Pulau Sertung.

"Pada saat kejadian erupsi merusak peralatan di Gunung Anak Krakatau, kita pakai alat di Pulau Sertung, bukan di tubuh gunung," kata Kasbani, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (25/3).

Menurut Kasbani, sejak Februari instansinya melakukan pemasangan alat pemantau aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di satu pulau yang terdapat gunung terebut. Alat tersebut berupa alat seismik untuk memantau getaran dan deformasi untuk memantau kembang kempisnya gunung.

"Secara monitoring sudah lengkap, untuk deformasi dan seismik, kita bisa melakukan pemantauan visual," tuturnya.

Kasbani menyatakan, dengan kondisi alat pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang sudah mumpuni, maka pemantauan Gunung tersebut bisa jauh lebih akurat. ‎"Instrumen ini bisa mengukur dari jauh, bisa tau detak jantungnya gunung ini terpantau dengan baik," ujarnya.

Selain rusak karena erupsi, alat pemantau aktivitas vulkanik tersebut juga sempat mengalami kerusakan akibat aksi vandalisme. Dia pun meminta masyarakat untuk ikut menjaga ‎fasilitas tersebut agar aktivitas Gunung Anak Krakatau bisa terpantau dengan baik dan mitigasi bencana dilakukan secara optimal sehingga dapat meminimalisir korban jiwa.

‎"Kalau 22 Desember lalu karena erupsi mendadak tidak berfungsi. Memang sebelumnya ada peralatan yang diambil, jangan lagi ada yang seperti itu, karena alat itu mata telinga kita dari jauh, kalau tidak ada bagaimana kita mau melakukan pemantauan saya harap supaya tidak ada lagi vandalisme seperti itu," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini