Erick Thohir Soal 2 Tersangka Korupsi Garuda: Bersih-Bersih BUMN Tak Sampai Situ

Senin, 27 Juni 2022 18:54 Reporter : Merdeka
Erick Thohir Soal 2 Tersangka Korupsi Garuda: Bersih-Bersih BUMN Tak Sampai Situ Menteri BUMN Erick Thohir. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kejaksaan Agung menetapkan 2 tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat udara pada PT Garuda Indonesia (persero) tahun 2011-2021. Mereka adalah Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (ES) dan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pengungkapan 2 tersangka baru kasus pengadaan pesawat Garuda Indonesia bagian dari bersih-bersih BUMN. Meski begitu, aksi bersih-bersih BUMN tak berhenti sampai di situ.

"Program bersih-bersih BUMN bukan sekadar ingin menangkap saja, tetapi bagaimana kita memperbaiki sistem. Bagaimana kita me-minimized korupsi itu dengan sistem yang diperbaiki sehingga bisa mencegah korupsi secara jangka panjang," kata Erick saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (27/6).

Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kejaksaan Agung adalah bukti komitmen bersama untuk menghasilkan perbaikan mendasar. Dia pun mengapresiasi BPKP yang sejak awal aktif membantu Kementerian BUMN dan kejaksaan untuk mengaudit perusahaan negara.

Dengan komitmen bersama untuk memperbaiki BUMN, kata Erick, hasilnya nampak dari perbaikan performa sejumlah BUMN, termasuk di dalamnya Jiwasraya, Asabri, dan Garuda Indonesia.

"Ini bukti kalau kita mau berkolaborasi dengan baik antar-instansi pemerintah. Dengan dikelola secara profesional dan transparan, maka mampu menghasilkan yang terbaik bagi negara," imbuhnya.

Dia menjelaskan, hasil dari perbaikan sejumlah BUMN terlihat kini. Jiwasraya yang sejak 2006 terlilit persoalan serius, kini semakin membaik. Begitu juga dengan Garuda Indonesia yang secara voting mayoritas krediturnya setuju dengan restrukturisasi yang dilakukan perusahaan.

Hal ini sontak menyelamatkan masa depan Garuda dari ancaman kebangkrutan. Program kerja sama dengan kejaksaan ini bisa menyelamatkan dan mendorong restrukturisasi, sehingga ada perbaikan.

"Penegakan hukum terjadi, restrukturisasi terjadi. Kita bisa melihat dari Jiwasraya, Asabri, dan Garuda. Meski juga harus diakui belum sempurna namun sudah sangat terlihat perbaikannya," jelasnya.

Erick pun menegaskan tidak boleh lagi ada BUMN yang menjalankan usahanya dengan proses bisnis yang tidak baik, terutama Garuda Indonesia yang sejak 2019 proses bisnisnya sudah berjalan dengan transparan dan profesional.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BPKP: Nilai Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia Terlalu Tinggi, Negara Rugi Rp8,8 T
Cairkan PMN Garuda Indonesia, Kemenkeu Tunggu Laporan Kementerian BUMN
Profil Emirsyah Satar dari Auditor hingga Tersangka Korupsi
Kejagung Belum Terapkan Pasal TPPU di Kasus Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Diberi Waktu 30 Hari untuk Finalisasi Utang ke Kreditur
CEK FAKTA: Foto Kecelakaan Pesawat Garuda Bukan Terjadi di Juni 2022, Simak Faktanya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini