Erick Thohir Catat Dana PMN Baru Cair Rp6,2 Triliun

Senin, 30 Agustus 2021 17:57 Reporter : Merdeka
Erick Thohir Catat Dana PMN Baru Cair Rp6,2 Triliun Menteri BUMN Erick Thohir. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat Penyertaan Modal Negara (PMN) di 2021 baru tersalurkan Rp6,2 triliun, dari alokasi sebesar Rp35,12 triliun. Sisanya, masih menunggu proses pencairan di Kementerian Keuangan.

Dia menjelaskan, PMN ini diberikan untuk 7 perusahaan BUMN. Di antaranya, ada IFG BPUI senilai Rp20 triliun, Hutama Karya sebesar Rp 6,2 triliun, Pelindo III sebnilai RP 1,2 Triliun, dan ITDC senilai Rp 470 miliar.

Kemudian, ada Kawasan Industri Wijayakusuma senilai Rp977 miliar, PAL Indonesia sebesar Rp1,28 triliun dan PLN senilai Rp5 triliun. Dana PMN yang telah cair diperuntukkan bagi Hutama Karya (HK) yang untuk mendukung pembangunan jalan tol Sumatera.

"Sampai hari ini sudah ada Rp 6,2 triliun yang sudah cair untuk HK, yang lainnya masih dalam proses, ini terima kasih," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/8).

Selain itu, untuk tambahan PMN telah disetujui sebesar Rp 16,9 triliun yang akan disalurkan untuk dua perusahaan BUMN. Yakni, Hutama Karya sebesar Rp 9 triliun untuk dukungan tambahan dalam proyek pembangunan jalan tol. Dan Waskita Karya sebesar Rp 7,9 triliun yang akan digunakan untuk restrukturisasi serta digunakan untuk modal kerja dan investasi jalan tol.

Dengan demikian untuk penyelesaian proyek tol trans Sumatera yang dikerjakan HK adalah sebesar Rp15,2 triliun. "Tentu ini sebagian besar seperti yang sudah disampaikan juga untuk penugasan dan juga untuk restrukturisasi, ini juga sudah masuk," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

PMN 2022

Sementara itu, untuk PMN 2022, Erick menjelaskan, Kemenkeu baru menyetujui untuk lima perusahaan BUMN. Yakni Perumnas, PLN, Hutama Karya, Waskita Karya, dan Adhi Karya. Kelima perusahaan ini oleh Kemenkeu dimasukkan ke dalam Klaster Infrastruktur. Diketahui, ada empat klaster dalam pengelompokkan yang dilakukan oleh Kemenkeu.

"Nilainya sendiri sudah kami dapatkan seperti usulan terakhir yang kita berikan kepada Kementerian Keuangan yang waktu itu sudah dibahas di Komisi VI DPR RI," katanya.

Dalam segi penggunaannya, Perumnas akan menggunakan untuk memperbaiki struktur permodalan dan melanjutkan program pengadaan satu juta rumah bagi MBR. Kemudian, PLN akan menggunakan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa transmisi, gardu induk dan distribusi listrik desa.

Lalu, HK untuk penyelesaian konstruksi 8 ruas JTTS dengan target tambahan sepanjang 162 km. Selanjutnya, Waskita Karya untuk penyelesaian ruas Tol Kayu Agung – Palembang – Betung dan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. Dan Adhi Karya untuk penyelesaian pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Kulonprogo dan Yogyakarta Bawean serta SPAM Karian –Serpong.

"Yang lainnya sendiri kami masih menunggu konfirmasi dari kementerian keuangan," kata Erick.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Pemerintah Bakal Suntik PMN Rp38,5 Triliun untuk 7 BUMN di 2022
Erick Thohir Akui Kontribusi BUMN Dibandingkan PMN Masih Rendah
Erick Thohir Jawab Kritikan Faisal Basri soal Suntikan Modal Rp106 Triliun ke BUMN
Dapat PMN Rp2 Triliun, BTN Target Pertumbuhan Kredit 12 Persen di 2022
Menteri Erick Diminta Beri PMN BUMN Farmasi untuk Atasi Pandemi
Komisi VI DPR Setuju Suntikan PMN 2021 dan 2022 Rp106,35 Triliun untuk BUMN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini