Entengnya jawaban pemerintah saat rakyat protes harga BBM naik turun

Selasa, 31 Maret 2015 08:05 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Kenaikan BBM. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Baru lima bulan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memimpin negeri ini. Sebagai presiden dan wakil presiden, keduanya dihadapkan pada segudang persoalan bangsa yang tentu saja tidak mudah.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi di awal pemerintahan Jokowi- JK, gejolak harga minyak dunia yang diperparah dengan anjloknya nilai tukar Rupiah. Kondisi ini langsung berdampak pada harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Berulang kali pemerintahan Jokowi- JK memutuskan menaikkan dan menurunkan harga BBM.

Sejak Oktober 2014 sampai Maret 2015, harga BBM sudah lima kali mengalami penyesuaian baik naik maupun turun. Pada November 2014, Presiden Jokowi-JK menaikkan harga BBM, lalu diturunkan pada Januari 2015. Harga BBM kembali turun pada pertengahan Januari 2015. Awal Maret 2015, harga BBM kembali naik. Di penghujung Maret 2015, harga BBM kembali dinaikkan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menuturkan, pemerintah masih menanggung rugi meski sudah menaikkan harga BBM. Sebab besaran penaikan harga yang ditetapkan masih di bawah nilai keekonomiannya.

"Saat ini kami masih berutang. Untuk itu kami meminta Pertamina mengadministrasikan sehingga di akhir tahun nanti bisa ditampilkan berapa perhitungan-perhitungannya," kata Sudirman saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR-RI, Jakarta, Senin (30/3).

Berdasarkan kalkulasi, harga keekonomian premium seharusnya Rp 7.900 per liter. Namun, pemerintah hanya menaikkan menjadi Rp 7.400 per liter (Jawa, Madura, dan Bali) dan Rp 7.300 per liter (di luar Jawa Madura Bali) dari sebelumnya Rp 6.800 per liter.

Sementara, harga keekonomian solar Rp 7.900 per liter. Namun, pemerintah menyubsidi Rp 1.000 per liter, sehingga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya 6.400 per liter.

Naik turunnya harga BBM mengundang protes dari beberapa kalangan lantaran cenderung berdampak buruk bagi masyarakat. Kenaikan harga BBM hampir selalu diikuti naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Namun pemerintah menanggapi santai. Berikut paparannya.

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.