Emisi Karbon Ketenagalistrikan Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Rabu, 28 Juli 2021 20:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Emisi Karbon Ketenagalistrikan Indonesia Terendah di Asia Tenggara pltu muara karang. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), Zulkifli Zaini mengatakan, emisi karbon yang dihasilkan sektor ketenagalistrikan di Indonesia hanya menyumbangkan 14 persen dari keseluruhan emisi nasional. Sektor ketenagalistrikan Filipina dan Vietnam masing-masing berkontribusi 30 persen terhadap emisi, bahkan Malaysia mencapai 32 persen kontribusi emisi.

"Porsi ini termasuk yang terendah di ASEAN, di antara lima negara terluas di kawasan ASEAN," kata Zulkifli Zaini seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (28/7).

Sedangkan di Indonesia, penyumbang terbesar emisi karbon justru berasal dari alih fungsi lahan dan kebakaran hutan.

PLN telah menetapkan dua skenario dalam peta jalan perseroan untuk mengurangi penggunaan energi listrik berbasis fosil dari 2025 hingga 2060. Skenario pertama, energi berbasis fosil yang dikelola PLN akan hilang sepenuhnya dari bauran energi mulai 2056 mendatang.

Perseroan mempunyai tujuh tahapan penghentian PLTU batu bara mulai dari penggunaan teknologi konvensional sampai yang paling mutakhir.

Selanjut skenario kedua berupa pemanfaatan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS) akan mulai diterapkan pada 2035, dengan tetap menurunkan porsi energi berbasis fosil dari bauran energi. "Di sisi hulu PLN akan melakukan eksekusi proyek energi baru terbarukan dalam skala besar," pungkas Zulkifli.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

emisi karbon ketenagalistrikan indonesia terendah di asia tenggara

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengungkapkan, pemerintah secara cermat mendorong transisi energi menuju non emisi karbon agar tidak menimbulkan masalah teknis dan sosial.

Dia menyampaikan mesti ada langkah substitusi konversi energi primer fosil hingga memperbesar porsi bauran energi baru terbarukan untuk menuju energi hijau.

"Sekarang ini kita melihat teknologi fotovoltaik maju pesat. Kami berharap PLTS atap ini bisa kami dorong cepat," ujar Menteri Arifin.

Dia memberi contoh Vietnam yang saat ini sudah memanfaatkan PLTS atap untuk menghasilkan energi sebesar 17 gigawatt dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, Vietnam bisa menyelesaikan sembilan gigawatt hingga akhir tahun lalu, sementara di Indonesia masih sekitar 100 megawatt. "Ini yang akan jadi fokus kami bagaimana kita bisa mengakselerasikan (PLTS atap) untuk meningkatkan bauran," kata Menteri Arifin.

Baca juga:
Luhut: Indonesia-AS Kerja Sama Capai Nol Emisi Karbon
Pemprov DKI Tambah Lokasi Parkir Sesuai Uji Emisi
Bos Pertamina Ingin Indonesia Bebas Polusi Seperti California
Pupuk Kaltim Jalankan 23 Program untuk Tekan Emisi Karbon
Pemerintah Ingin Indonesia Bebas Emisi Karbon di 2060
Peran Rumput Laut sebagai Penjaga Bumi dari Perubahan Iklim
Gandeng PLN, Geo Dipa Energi Eksplorasi Panas Bumi Candradimuka Dieng

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini