Ekspor Sepatu Indonesia Kalah dari Vietnam, Disebabkan Upah Buruh Terus Naik

Selasa, 13 September 2022 14:30 Reporter : Yunita Amalia
Ekspor Sepatu Indonesia Kalah dari Vietnam, Disebabkan Upah Buruh Terus Naik Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menghadiri pelepasan ekspor sepatu merek Nike, pabrikan PT Pratama Abadi Industri. Sebanyak 6.700 pasang sepatu Nike akan diekspor ke Belanda.

Zulkifli mengatakan bahwa industri padat karya seperti yang dijalankan PT Pratama Abadi Industri, patut didukung dan didorong untuk lebih produktif dalam membuka pangsa pasar baru.

"Industri padat karya penting bagi kita karena menyerap banyak orang," ujar Zulkifli di Serpong Utara, Tangerang Selatan, Selasa (13/9).

Hanya saja, dia mengakui peringkat Indonesia dalam hal ekspor sepatu ke pasar internasional , di bawah dari Vietnam. Menurut Zulkifli, ada banyak faktor yang menyebabkan Indonesia masih kalah dari pada Vietnam, satu di antara faktor yaitu upah buruh.

"Katanya Nike pindah ke Vietnam, karena baru reformasi ada persoalan upah yang naik terus, tiap tahun naik. Oleh karena itu, kalau ada masalah masih bisa dibicarakan agar industri bisa dilindungi dan berkembang," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Nilai Ekspor USD 211.518

Sementara itu, pemilik dari PT Pratama Abadi Industri, Seo Yeong Yul menyampaikan, dari jumlah pasang sepatu yang akan diekspor saat ini, nilai transaksinya mencapai USD 211.518.

"Kali ini kami ekspor 6.700 pasang sepatu senilai USD211.000," ucap Yeong.

Dia menuturkan, total karyawan di PT Pratama Abadi Industri lebih dari 40.000 karyawan dengan capaian produksi 3,6 juta pasang sepatu per bulan dan nilai ekspor mencapai USD 550 juta pada 2021.

"Kami mohon dukungan kebijakan yang dapat mendukung industri padat karya untuk dapat terus berkembang sehingga kami terus dapat membuka lapangan pekerjaan," ucapnya. [idr]

Baca juga:
Mi Telur Produksi UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Mancanegara, Ini Fakta di Baliknya
Pria Boyolali Buat Replika Mobil dari Kayu Jati, Ekspor hingga ke Eropa dan Amerika
Kemendag Naikkan Harga Referensi Bea Keluar CPO Jadi USD929,66
Harga CPO Meningkat, Pemerintah Naikkan Bea Keluar USD 74 Hingga 15 September
Pemerintah Perpanjang Pembebasan Pungutan Ekspor CPO Hingga 31 Oktober 2022
Keuntungan RI Gabung RCEP, Blok Perdagangan Bebas Terbesar Dunia Saat ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini