Ekspor produk makanan RI ke Uni Emirat Arab terganjal sertifikat halal

Senin, 23 Juli 2018 15:16 Reporter : Merdeka
Ekspor produk makanan RI ke Uni Emirat Arab terganjal sertifikat halal Komite Akreditasi Nasional kerjasama dengan ESMA. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Badan Standardisasi Nasional/BSN melalui Komite Akreditasi Nasional/KAN hari ini melakukan kerjasama di bidang akreditasi lembaga sertifikasi halal dengan Emirates Authority for Standardization and Metrology (ESMA). Produk pangan Indonesia ke pasar Uni Emirat Arab (UAE) saat ini masih terkendala karena adanya persyaratan yang mengharuskan bahwa sertifikat halal yang diterbitkan harus diperoleh dari lembaga sertifikasi yang diakui yakni ESMA.

Adapun kerjasama ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua KAN Bambang Prasetya dan juga Director General ESMA, Abdulla Abdelqader Al Maeeni. "Jika tidak dipenuhi, maka produk Indonesia yang diekspor ke pasar UAE seperti biskuit, mi instan, produk olahan daging, permen, dan jelly, food ingredients akan terhambat," tutur Ketua KAN Bambang Prasetya di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (23/7).

Bambang menambahkan, kerjasama ini dapat mendorong para produsen Indonesia untuk memperluas pasar ke UAE sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor Indonesia. "KAN selanjutnya akan lakukan akreditasi kepada lembaga sertifikasi halal untuk produk yang diekspor ke UAE dan pengawasan terhadap lembaga untuk menjamin sertifikasi halal yang diterbitkan," kata dia.

Bambang juga menjelaskan hal ini sejalan dengan potensi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. "Penduduk muslim kita itu mencapai 85,2 persen atau sebanyak 221 juta jiwa dari total penduduk 260 juta jiwa. Jadi Indonesia berpotensi sekali untuk kembangkan industri halal," tandasnya. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini