Ekspor Migas Indonesia ke Jepang Naik 6.238 Persen, Ini Penyebabnya

Senin, 5 Desember 2022 22:39 Reporter : Yunita Amalia
Ekspor Migas Indonesia ke Jepang Naik 6.238 Persen, Ini Penyebabnya Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Jepang merupakan negara pengimpor terbesar sektor migas dari Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode Januari-September 2022, total ekspor migas dengan negara tujuan Jepang di 2021 USD 0,8 juta kemudian di 2022 naik 6.238 persen menjadi USD 51,4 juta.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menilai kenaikan persentase impor migas asal Indonesia oleh Jepang disebabkan konflik Rusia-Ukraina, dan kenaikan harga gas dunia. Dia pun menilai sektor migas yang diimpor Jepang dari Indonesia, didominasi oleh gas dibandingkan minyak.

"Menurut saya memang karena supply dari beberapa negara market dagang Jepang itu mengalami problem, sehingga dia mencari mana yang terbaik saja," ujar Tauhid kepada merdeka.com, Senin (5/12).

Tauhid menuturkan, tidak dapat dipungkiri ekspor Indonesia diuntungkan dengan adanya konflik Rusia-Ukraina. Sumber daya alam yang dimiliki Indonesia secara otomatis akan mendapatkan penawaran dengan harga terbaik oleh Jepang.

Perlu diketahui saat ini, harga gas alam berada di atas level USD6 per million british thermal unit (MMBTU)

"Kita diuntungkan walau kita impor tapi kita juga olah bahan mentah kita, kemudian diekspor untuk kebutuhan mereka (Jepang) dan produknya juga beragam dari migas saja sudah bisa jadi produk turunan Petrokimia sudah banyak banget dan Jepang butuh itu," jelasnya.

Berdasarkan data BPS September 2022, menunjukan nilai ekspor Jepang pada migas sebesar USD51,4 juta dan nonmigas USS2.097,7 juta.

Secara peringkat Bank Dunia, Jepang merupakan negara maju dengan pendapatan per kapita sekitar USD39.285. Industri manufaktur adalah salah satu industri unggulan Jepang. Namun, untuk menopang industri ini Jepang harus mengimpor bahan-bahan mentah kemudian mengolah dan membuatnya sebagai barang jadi, yang dijual di dalam negeri atau diekspor.

Baca juga:
Membongkar Kebijakan Strategis PGN Subholding Gas Pertamina di 2023
Kepala SKK Migas Bongkar Kunci Capai Ketahanan Energi Nasional
Pertagas dan Petronas Kolaborasi Kurangi Impor Bahan Baku LPG, Begini Caranya
Mengenal Preston, Teknologi dan Solusi Tingkatkan Efisiensi Jaringan Gas Bumi
KPI Siapkan 13 Inisiatif ESG untuk Jalankan Bisnis Berkelanjutan, Ini Rinciannya
Pemerintah Siapkan Aturan CCS/CCUS untuk Kejar Produksi Migas, Ini Penjelasannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini