Ekspor 8 Juta Paspor ke Sri Lanka Sejak 2003, Peruri Raup USD 15 Juta

Selasa, 9 April 2019 15:22 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ekspor 8 Juta Paspor ke Sri Lanka Sejak 2003, Peruri Raup USD 15 Juta Peruri Ekspor 1 Juta Buku Paspor ke Sri Lanka. ©2019 Humas Kementerian BUMN

Merdeka.com - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri tidak hanya dipercaya melakukan pencetakan Rupiah. Salah satu perusahaan pelat merah tersebut juga ekspor dokumen berharga ke negara lain.

Perum Peruri hari ini melakukan pengiriman terakhir produk cetakan Paspor Sri Lanka di Gedung Cetak Kertas Berharga Non Uang, Kawasan Produksi Peruri, Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4).

Paspor yang diekspor total sebanyak 1 juta buku. Pengiriman terakhir tersebut dilakukan sebanyak lima ratus ribu buku yang sebelumnya telah dilakukan pengiriman tahap pertama sebanyak lima ratus ribu buku pada akhir 2018.

Pengiriman buku Paspor ini dihadiri langsung oleh Menteri BUMN RI, Rini M. Soemarno, Menteri Dalam Negeri Sri Lanka, Hon. J. C. Alawathuwala serta Direktur Utama Peruri, Dwina Septiani Wijaya.

Menteri Rini menyatakan apresiasinya kepada Peruri karena mampu melakukan ekspor Paspor Sri Lanka dengan total nilai sebesar USD 2,1 juta.

"Hal itu menunjukkan bahwa salah satu produk Peruri telah mampu menembus pasar internasional di tengah kompetisi bisnis yang semakin kompetitif. Kementerian BUMN selaku pemegang saham akan terus memberikan dukungan kepada BUMN untuk terlibat aktif dalam pasar global," kata Menteri Rini.

Menurutnya, hal ini merupakan suatu kebanggaan sebab Indonesia secara tidak langsung dipercaya untuk membuat dokumen security oleh negara lain. "Kita dipercaya untuk mencetak dokumen security untuk negara lain. Mereka yakin kalau cetak di sini (Indonesia) tidak ada duplikasi dan macam-macam. Saya harapkan Peruri ke depan makin banyak lagi bisa mencetak dokumen sekuritas maupun bank notes untuk negara lain," ujarnya.

Dalam kesempatan serupa, Dwina mengungkapkan sejak 2003, Peruri telah melakukan kerjasama dengan pemerintah Sri Lanka untuk memenuhi kebutuhan dokumen imigrasi berupa pencetakan paspor. Hingga 2018 Peruri telah mencetak Paspor Sri Lanka dengan total sebanyak 8 juta buku dengan nilai USD 15 juta.

"Pada hari yang berbahagia ini, saya bersyukur produksi Paspor Sri Lanka tahun pesanan 2018 telah selesai," kata Dwina.

Dwina menjelaskan, dalam proses pembuatannya, Peruri menggunakan material dalam negeri kurang lebih sebesar 50 persen untuk tinta dan kertas sekuriti. "Selebihnya menggunakan material yang belum tersedia di dalam negeri," ujarnya.

Sejak 2017 Peruri juga telah memulai memproduksi e-Paspor dan telah melakukan penjajakan dengan Sri Lanka untuk produksi e-paspor tersebut.

"Peningkatan kapabilitas Peruri tersebut membuka peluang yang lebih besar bagi Peruri untuk meraih pasar ekspor internasional dalam memproduksi produk sekuriti lainnya seperti uang kertas, koin, pita cukai dan perangko."

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini