Ekonomi Indonesia Masih Jauh dari Resesi, Ini Buktinya

Selasa, 9 Agustus 2022 14:51 Reporter : Sulaeman
Ekonomi Indonesia Masih Jauh dari Resesi, Ini Buktinya pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Katarina Setiawan mengatakan, ekonomi Indonesia masih jauh dari resesi sebab indikator ekonomi Indonesia pun menunjukkan potensi penguatan lebih lanjut. Risiko resesi di Indonesia menjadi berkurang karena kondisi fiskal serta perekonomian Indonesia terjaga baik.

"Hal ini berbeda dengan kebanyakan negara," ujarnya dalam konferensi pers virtual Market & Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa (9/8).

Beragam indikator ekonomi masih menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat. Hal tersebut terlihat antara lain dari kontribusi konsumsi domestik yang besar, keyakinan konsumen dan penjualan ritel, angka pengangguran yang menurun, serta pertumbuhan kredit yang terus meningkat hingga mencapai 10,3 persen di bulan Juni 2022.

Selain itu, laju inflasi di Indonesia juga masih terjaga berkat kebijakan subsidi BBM. Per Juli 2022, tingkat inflasi Indonesia mencapai 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy). "Meskipun inflasi umum meningkat, namun upaya pemerintah untuk menjaga beberapa harga barang
(price control) membuat inflasi inti tetap terjaga," bebernya.

Katarina menambahkan, perubahan struktural turut menyokong transaksi perdagangan. Salah satunya terlihat dari neraca perdagangan Indonesia yang secara konsisten surplus selama 26 bulan beruntun hingga Semester I-2022.

Kinerja neraca perdagangan sepanjang Semester I 2022 juga menunjukkan angka fantastis yakni sebesar USD 24,89 miliar. Angka ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah jika dibandingkan dengan surplus kumulatif secara periode semesteran.

"Sejauh ini, neraca perdagangan masih relatif kuat," tutupnya. [azz]

Baca juga:
Menteri Bahlil: Ekonomi Indonesia Jauh Sekali dari Resesi
Ekonomi RI Kuat Bertahan di Tengah Ancaman Resesi Global
AS Resesi, ini yang Bisa Dilakukan Masyarakat Antisipasi Ekonomi RI Ikut Bergejolak?
Simak, Dampak Resesi Amerika Serikat untuk Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp14.866 per USD Usai AS Memasuki Resesi
PDB AS di Kuartal II-2022 Kontraksi 0,9 Persen, Tanda Resesi?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini