Ekonomi Indonesia di Kuartal II Diperkirakan Tumbuh Negatif

Selasa, 19 Mei 2020 11:37 Reporter : Merdeka
Ekonomi Indonesia di Kuartal II Diperkirakan Tumbuh Negatif Deputi BI Mirza Adityaswara. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Mirza Adityaswara memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 akan berpotensi negatif. Sebab, pada kuartal ini nyaris tidak ada kegiatan perekonomian sama sekali akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran covid-19.

"Kalau kita lihat begitu, pada kuartal II ini bisa negatif, karena kuartal II itu bisa dibilang tidak ada aktivitas, sedikit sekali aktivitas sektor riil karena ada PSBB di berbagai kota, termasuk di Jakarta," ujarnya dalam webinar LPPI, Selasa (19/5).

"Misalnya saja sektor industri di kuartal I itu hanya tumbuh 2,06 persen. Itu kuartal I, kuartal II ini bisa saja menjadi negatif," imbuhnya.

Sementara sektor perdagangan di kuartal I-2020 hanya tumbuh 1,6 persen. Padahal, menurutnya sektor perdagangan menyumbang 14 persen dari ekonomi Indonesia. Kemudian sektor konstruksi hanya tumbuh 2,9 persen.

Lainnya, pertambangan tumbuh 0,43 persen, transportasi dan pergudangan 1,27 persen, jasa keuangan dan asuransi 10,67 persen, informasi dan komunikasi 9,81 persen, administrasi pemerintahan 3,26 persen, jasa pendidikan 5,89 persen, real estate 3,83 persen, akomodasi dan makan minum 1,95 persen, jasa lainnya 7,09 persen, jasa perusahaan 5,39 persen, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 10,39 persen, pengadaan listrik dan gas 3,85 persen, pengadaan air 4,56 persen.

1 dari 1 halaman

Skenario Terburuk Pemerintah

pemerintah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal berada di kisaran 2,3 persen, bahkan skenario terburuknya bisa menyentuh negatif 0,4 persen. Ini bisa terjadi jika pandemi virus corona terus berlangsung dalam jangka panjang, sehingga menghantam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami, Bank Indonesia, LPS, OJK memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia turun 2,3 persen bahkan bisa negatif 0,4 persen," kata menteri Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Rabu (1/4).

Dia menjelaskan, penyebaran virus corona yang masif di Indonesia membuat penurunan pada kegiatan ekonomi. Itu terjadi pada berbagai sektor lembaga keuangan di Indonesia seperti perbankan hingga konsumsi rumah tangga yang menurun.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Skenario Pemerintah Masuki Kondisi Normal Baru Pasca Pandemi Corona
Sri Mulyani Catat Dana Pemulihan Ekonomi Akibat Corona Capai Rp 641,17 T
Skenario Terburuk, Angka Kemiskinan Meningkat 4,86 Juta Orang Akibat Corona
Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi Indonesia di Kuartal I-2020
Mantan Mendag Beri Catatan Soal Pemulihan Ekonomi Pasca Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini