Ekonomi China 'pilek': RI dinilai kebal, Singapura mudah tertular

Sabtu, 6 Agustus 2016 12:00 Reporter : Moch Wahyudi
Ekonomi China 'pilek': RI dinilai kebal, Singapura mudah tertular Ilustrasi Tembok China. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Hung Chung Chih

Merdeka.com - Jika ekonomi China "pilek, maka ada sejumlah negara bakal ikut tertular. Adapun persoalan ekonomi China terentang mulai dari devaluasi tajam mata uang hingga proteksionisme guna melindungi industri lokal.

Jika diurut, Singapura yang paling rentan tertular. Diikuti Taiwan, Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Australia, dan Jepang

Bagaimana dengan Indonesia? Negeri Maritim bersama dengan Filipina dan India dianggap lebih kebal. Ini didasarkan pada studi yang digelar firma jasa keuangan berbasis di Prancis, Natixis SA, seperti diberitakan Bloomberg, kemarin.

Alicia Garcia Herrero dan Trinh Nguyen, dua ekonom Natixis, menganalis kedalaman hubungan sejumlah negara Asia tersebut dengan China di sektor perdagangan, turisme, dan investasi.

Hubungan terdalam ada di sektor perdagangan. Semisal Singapura, ekspornya ke China mencapai sekitar 19 persen dari Produk Domestik Bruto. Kemudian Taiwan 14 persen, dan Vietnam hampir 12 persen.

Sementara, ekspor Indonesia kecil, sekitar 2 persen. Terendah, India di bawah 2 persen.

Hubungan terdalam berikutnya di turisme. Pada 2015, jumlah orang China yang plesiran ke luar negeri mencapai 35,4 juta jiwa meningkat 14,5 persen dari tahun sebelumnya. Dan, mereka menghabiskan USD 235 miliar.

Sebanyak 60 persen dari 35,4 juta turis China memilih berlibur di Asia.

[yud]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini