Ekonom Nilai Revisi UU LPS Jauh Lebih Penting Ketimbang Revisi UU BI

Selasa, 1 September 2020 15:06 Reporter : Sulaeman
Ekonom Nilai Revisi UU LPS Jauh Lebih Penting Ketimbang Revisi UU BI LPS. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Ekonom sekaligus Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas, Aviliani menilai revisi aturan terkait Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dinilai lebih penting dibandingkan revisi UU Bank Indonesia (BI) melalui Perppu yang tengah dibahas oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR.

"Menurut saya yang perlu difokuskan saat ini adalah sektor riil. Karena sektor keuangan sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Kalaupun ada peraturan yang perlu diperbaiki, salah satunya LPS," ujar dia dalam webinar di Jakarta, Selasa (1/9).

Aviliani mengatakan, dalam aturan LPS saat ini disebutkan bahwa lembaga tersebut baru dapat terlibat melakukan penanganan apabila bank sudah dinyatakan gagal. Imbasnya negara membutuhkan dana tinggi untuk biaya penanganannya.

Sehingga, di berpendapat aturan LPS ini sebaiknya direvisi dengan mencantumkan ketentuan bahwa ketika ada indikasi bank bermasalah, lembaga pengawas ini dapat segera bertindak. Mekanismenya aset yang dinilai masih bagus bisa diserahkan kepada investor sedangkan aset yang buruk diurus oleh LPS.

"Seharusnya keterlibatan LPS bukan hanya pada bank gagal. Kita bisa lihat kemarin ketika ada bank bermasalah, akhirnya LPS di dalam aturannya tidak bisa membantu. Akhirnya OJK yang sibuk mencari bagaimana cara menyelesaikannya," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Minta Revisi Aturan LPS

aturan lps

Kendati demikian, Aviliani meminta revisi aturan LPS tidak dalam bentuk Perppu. Mengingat jumlah Perppu di Indonesia sudah terlampau banyak yang justru dapat direspons negatif oleh pelaku pasar.

"Terlalu banyak Perppu akan memberikan sinyal terkait ketidakstabilan di dalam suatu negara. Seperti yang dialami oleh negara lain seperti Turki yang membuat kekhawatiran di pasar," paparnya.

"Jadi Perrpu tidak menjadi solusi saat ini. Apalagi sektor keuangan kita oke-oke saja," tutupnya.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini