Ekonom Christianto Wibisono Meninggal Dunia, Pegang Buku Kesayangan Saat Tutup Usia

Kamis, 22 Juli 2021 19:32 Reporter : Merdeka
Ekonom Christianto Wibisono Meninggal Dunia, Pegang Buku Kesayangan Saat Tutup Usia Christianto Wibisono. Merdeka.com

Merdeka.com - Ekonom sekaligus Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), Christianto Wibisono meninggal dunia pada Kamis, 22 Juli 2021, pukul 17.05 WIB. Astri Wibisono mengatakan jika ayahnya meninggal satu hari menjelang Hari Ulang Tahun Pernikahan yang ke-50.

Astri mengungkapkan jika dirinya menemani sang ayah saat beliau wafat. "Beliau memegang buku kesayangannya Wawancara Imajiner Bung Karno pada saat dia pergi," ujar Astri kepada Liputan6.com, Kamis (22/7).

Dia mengatakan jika keluarga berterima kasih atas semua cinta, doa dan dukungan yang telah mengalir untuknya selama seminggu terakhir.

"Dalam ingatannya kami memohon doa untuk negara tercinta, Indonesia, yang sangat ia cintai. Adalah keinginannya agar Indonesia bersatu dalam iman, harapan, & cinta, dalam memerangi Covid-19 & dilahirkan kembali, lebih kuat dari sebelumnya. Istirahat Dalam Damai Christianto Wibisono," mengutip penjelasan sang putri.

Christianto Wibisono atau Oey Kian Kok lahir di Semarang, Jawa Tengah, 10 April 1945. Dia dikenal sebagai ekonom pada era Soeharto.

Dia juga menjadi pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) pada 1980. Kemudian masuk sebagai anggota Komite Ekonomi Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2007-2010).

PSI Berduka

Berpulangnya Christianto Wibisono meninggalkan duka bagi Partai Solidaritasi Indonesia (PSI). Christianto diketahui merupakan kader senior PSI.

"Kami PSI berduka sekali & kehilangan tokoh seperti Pak Chris," kata Politikus PSI Tsamara Amany.

Menurut Tsamara, almarhum adalah sosok penasihat bagi PSI. Selain itu almarhum juga dikenang sebagai sosok yang selalu menggaungkan kebhinekaan.

"Beliau selalu menjadi penasihat kami, memberikan banyak wejangan tentang Indonesia, dan pentingnya menjaga kebinekaan di Indonesia," kenang Tsamara.

Terkait penyebab wafatnya almarhum, Tsamara mengaku kurang mengetahui. Sebab kabar beredar, almarhum disebut wafat akibat terpapar Covid-19.

"Penyebab kurang tahu, kabarnya badai sitokin dan almarhum sempat dirawat di ICU," jelas Tsamara.

Reporter: Nurmayanti

Sumber: Liputan6 [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini