Edhy Prabowo Sebut Biaya Angkut Lebih Mahal 5 Kali Lipat dari Harga Garam

Rabu, 4 Desember 2019 14:11 Reporter : Anisyah Al Faqir
Edhy Prabowo Sebut Biaya Angkut Lebih Mahal 5 Kali Lipat dari Harga Garam garam. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ingin para petani tambak di daerah bisa menikmati infrastruktur jalan hingga ke pelosok. Sebab, buruknya infrastruktur di area pertambakan berakibat pada tingginya ongkos angkut hasil tambak.

Dia menyebut, biaya angkut garam lima kali lipat dari harga jual garam. "Harga angkutnya Rp1.200, harga garamnya Rp200," katanya di acara Rakornas KKP 2019 di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (4/12).

Politikus Partai Gerindra ini ingin pembangunan infrastruktur juga sampai ke daerah-daerah ujung sebagaimana yang diamanatkan Presiden Jokowi. Apalagi di jalan-jalan tempat pertambakan garam, udang dan sebagainya.

Tidak harus jalan besar atau aspal dengan ketebalan berinci-inci, namun yang terpenting jalan tersebut bisa dilalui oleh mobil pick up dan tidak rusak. "Makanya kita hadirkan Kementerian PU di sini. Kita lakukan yang kecil dan sederhana dulu," kata Edhy.

Selain Menteri PUPR Basuki Hadi, acara ini juga dihadiri dua menteri kabinet Indonesia Maju. Mereka adalah Menteri Perhubungan Budi Karya dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Ketua Komisi IV DPR RI Sudin juga datang memberikan masukan dan arahan.

1 dari 1 halaman

Penyebab Daya Saing Turun

Bambang Brodjonegoro mengatakan, tingginya biaya logistik di Indonesia berdampak pada penurunan daya saing. Sehingga membuat para investor pun enggan datang ke Indonesia, mengingat banyak negara-negara lain yang dipercayai lebih murah.

Seperti diketahui, posisi daya saing Indonesia saat ini berada di tingkat 50, turun 5 angka dibandingkan tahun 2018 lalu yang berada di posisi ke-45.

"Karena biaya logistik tinggi, pendapatan investor harus berkorban (berkurang) maka dia akan pindah ke negara lain maka intinya biaya logistik Indonesia harus dipangkas," kata dia saat ditemui di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/10).

Dia mengakui, beban biaya logistik di Indonesia saat ini masih cukup besar jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Posisi Indonesia saat ini mencapai 24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), berbeda dengan Vietnam 20 persen, Thailand, 15 persen, Malaysia 13 Persen dan Jepang 8 persen.

"Biaya logistik juga masih tinggi yakni terhadap PDB 24 persen maka susah untuk investasi baru di Indonesia bayangkan bapak ibu pengusaha ketika biaya logistik 24 persen. Tapi kenapa harus jadi perhatian karena komplain bapak ibu kan logistiknya jelek," imbuhnya. [azz]

Baca juga:
Pengusaha Ikan Hias Keluhkan Tingginya Ongkos Transportasi Kargo
Integrasi Pelabuhan Jadi Cara Tekan Biaya Logistik
Holding Pelindo Diharapkan Dongkrak Standarisasi Pelabuhan RI
Bisnis Perusahaan Ekspedisi SiCepat Ekspres Tumbuh 138 Persen di Semester 1-2019
Mengupas Monopoli Tol Laut, Penyebab Biaya Logistik Masih Mahal
Jokowi Keluhkan Tol Laut Dimonopoli Perusahaan Tertentu

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini