Dwi Soetjipto: Pertamina Seharusnya Tak Buat Unit Usaha Penjualan Migas Keluar Negeri

Kamis, 10 Oktober 2019 13:44 Reporter : Merdeka
Dwi Soetjipto: Pertamina Seharusnya Tak Buat Unit Usaha Penjualan Migas Keluar Negeri Dwi Soetjipto. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) mengoperasikan unit usaha baru yaitu Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) di Singapura untuk menjalankan bisnis penjualan minyak dan gas bumi (migas) di pasar internasional.

Mantan Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menyayangkan adanya unit usaha baru tersebut. Sebab, untuk meningkatkan efisiensi perusahaan seharusnya tidak perlu ada kepanjangan tangan.

"Saya belum dengar dan saya kira untuk meningkatkan efisiensi mestinya jangan ada second mind," kata Dwi di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (10/10).

Menurut Dwi, seharusnya dalam proses bisnis tidak diperlukan perantara, sehingga perusahaan bisa melakukannya secara langsung ke calon pembeli produk.

"Jangan ada perantara fungsinya harusnya prosesnya bisa langsung‎," tuturnya.

Dwi Soetjipto merupakan sosok yang melakukan pembubaran Pertamina Energy Trading Limmited (Petral), unit bisnis Pertamina yang berperan daam pengadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Petral ‎dibubarkan karena disinyalir melakukan praktik mafia migas.

1 dari 1 halaman

Bukan Pengganti Petral

Sementara Pertamina menegaskan, unit usaha usaha yang baru dioperasikan ‎di Singapura bukan untuk menggantikan peran Pertamina Energy Trading Limmited (Petral).

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, Petral merupakan kepanjangan tangan bisnis (trading arm) Pertamina dalam impor minyak mentah untuk kebutuhan domestik, sedangkan unit usaha baru yang diberi nama Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD)merupakan trading arm untuk menjual produk Pertamina maupun produk pihak ketiga di pasar international.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan minyak mentah maupun produk Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik tetap dilakukan sesuai amanat pemerintah, yaitu oleh fungsi di internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain atau ISC.
‎‎
"Jadi jelas PIMD jangan disamakan dengan Petral, karena PIMD fokus untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan di luar negeri. Jadi bukan untuk memenuhi kebutuhan domestik,” tadasnya. [idr]

Baca juga:
Pertamina: Pendirian PIMD Bukan Pengganti Petral
Pertamina Cari Mitra Baru Perluas Pembangunan Kilang BBM Ramah Lingkungan
BPH Migas Cabut Pembatasan Solar Subsidi, Ini Tanggapan Pertamina
Guru Besar UI Bilang Kehadiran Motor dan Mobil Listrik Ancam Bisnis Pertamina
Kemenhan dan PT Pertamina RU-VI Balongan Jalin Kerja Sama Penggunaan Anti-drone
Penyelesaian Dampak Lingkungan Kebocoran Sumur Minyak Pertamina Selesai Maret 2020

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini