Duet Darmin dan Sri Mulyani diharapkan bisa atasi masalah ekonomi

Jumat, 29 Juli 2016 19:21 Reporter : Idris Rusadi Putra
Duet Darmin dan Sri Mulyani diharapkan bisa atasi masalah ekonomi sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Perombakan (reshuffle) kabinet jilid II dalam Kabinet Kerja, menempatkan Sri Mulyani Indrawati menjadi Menteri Keuangan RI dan Darmin Nasution menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Hal ini disambut positif oleh anggota Komisi XI DPR RI, Donny Imam Priambodo.

"Saya menyambut baik reshuffle kali ini, khususnya tim ekonomi," kata Donny di Jakarta, Jumat (29/7).

Donny berpendapat, kedua sosok tersebut merupakan pasangan yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi saat ini. Donny meyakini mereka dengan kapasitas dan kompetensinya akan mampu memulihkan perekonomian Indonesia sekarang.

"Yang sebenarnya memang pada saat Menko Ekonomi dijabat Darmin Nasution semestinya Sri Mulyani Indrawati (SMI) adalah pasangan yang tepat untuk mengatasi masalah ekonomi yang terjadi sekarang ini, dan akhirnya memang Presiden Jokowi mendudukkan kembali Sri Mulyani menjadi Menkeu," ujar politisi Nasdem itu.

Donny berharap, dengan duduknya Sri Mulyani di jajaran kabinet Jkowi bisa mengatasi masalah defisit APBN. "Kami tidak mengatakan bahwa Pak Bambang Brodjonegoro tidak mumpuni, namun sekali lagi ini hak preogratif presiden yang harus kita hormati," ucap Donny.

Dengan duduknya Pak Bambang di Bappenas dan Sri Mulyani di Keuangan akan bisa bersinergi. Dan, tentunya gebrakan bu SMI dalam mengawal Amnesti Pajak kita tunggu.

"Semoga dengan pengalaman Sri Mulyani di dalam negeri, regional dan internasional bisa mengentaskan Indonesia supaya tidak lagi mengalami defisit berkepanjangan," tukas Donny.

Penunjukkan ini menjadi kali kedua Sri Mulyani dipercaya sebagai kuncen keuangan negara. Pertama kali Sri Mulyani menempati posisi menteri keuangan ialah pada saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2005 sampai 2010 silam.

Uniknya, kali ini terjadi perubahan struktur jabatan antara Sri Mulyani dan Darmin Nasution. Dulu saat Sri Mulyani menjabat menkeu era Presiden SBY, dia menjadi pimpinan Darmin Nasution. Darmin Nasution pada periode itu (2006 sampai 2009) masih menjabat sebagai direktur jenderal pajak.

Saat ini keadaannya justru terbalik. Darmin Nasution telah berubah menjadi menteri koordinator perekonomian. Artinya dia membawahi sejumlah menteri bidang ekonomi, termasuk Menkeu Sri Mulyani.

Terlepas dari itu, diharapkan duet emas ini mampu membawa perbaikan pada perekonomian Indonesia. Sebab, kondisi ekonomi saat ini, dinilai lebih buruk dibanding krisis era Presiden SBY.

"Krisis ekonomi di era SBY dan Jokowi berbeda, era Jokowi ini lebih berat di mana pertumbuhan ekonomi masih di bawah lima persen," ujar Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagyo, kepada merdeka.com, Jakarta. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini