Dubes AS: Transparansi dan Akuntabilitas di Indonesia Harus Diperbaiki

Kamis, 21 November 2019 14:50 Reporter : Anggun P. Situmorang
Dubes AS: Transparansi dan Akuntabilitas di Indonesia Harus Diperbaiki Dubes Joseph R Donovan Jr. ©2017 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro

Merdeka.com - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr memberikan rekomendasi kepada Indonesia agar investasi mengalir deras ke dalam negeri. Salah satunya, Indonesia perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola institusinya. Selain itu, diperlukan adanya konsultasi publik sebelum menerbitkan peraturan.

"Kurangnya transparansi dan akuntabilitas di Indonesia harus diperbaiki," ujar Joseph saat ditemui di Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (21/11).

Selain itu juga, pemerintah diharapkan dapat membuat badan pemerintah yang berdedikasi untuk analisis dampak regulasi. Indonesia juga diharapkan bisa meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar badan-badan pemerintahan.

Kemudian, harus fokus pada tujuan jangka panjang dan tidak bersikap reaktif ketika ingin mendapatkan satu keinginan.

"Indonesia sering reaktif terhadap kebutuhan dan masalah, alih-alih itu diklaim sebagai rencana yang sudah dipikirkan dengan matang untuk masa depan. Dengan fokus pemerintah pada 2045, kami berharap perencanaan jangka panjang akan memandu pembuatan kebijakan untuk maju," jelas Joseph dalam laporannya.

2 dari 3 halaman

Regulasi Indonesia Cukup Menantang

cukup menantang rev1

Joseph mengakui, regulasi berbisnis di Indonesia cukup menantang. Meski demikian, regulasi itu bisa mengatasi kendala-kendala birokrasi untuk berinvestasi. Oleh karena itu, pengurusan regulasi perizinan berbisnis di Indonesia perlu diperbaiki.

Joseph juga sempat menyinggung persoalan korupsi yang banyak terjadi di Indonesia. Walau banyak petinggi perusahaan tertangkap oleh lembaga antirasuah, dia menyakini, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat tidak mengurungkan niat mereka untuk berinvestasi di Indonesia.

"Saya pernah hadir pada pertemuan dengan perusahaan-perusahaan AS, dan tidak pernah ada satu kalimat dari mereka bahwa mereka tidak akan berinvestasi di Indonesia karena adanya upaya praktik korupsi. Tidak pernah," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Kalahkan China, Amerika Serikat Penyumbang Investasi Terbesar di Indonesia
Menteri Basuki Siap Dengarkan Curhat Investor Soal Sulitnya Investasi di RI
Menteri Sri Mulyani Ungkap Realisasi Insentif Pajak Capai Rp 804 Triliun
Jokowi Panggil Pengusaha Bahas Upaya Naikkan Nilai dan Kuantitas Ekspor Tekstil

3 dari 3 halaman

Amerika Serikat Sumbang Investasi Terbesar di RI

sumbang investasi terbesar di ri rev1

Kamar Dagang Amerika Serikat dan AmCham Indonesia mengeluarkan laporan terbaru mengenai besaran investasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia. Pada laporan tersebut tercatat bahwa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat telah berinvestasi senilai USD 36 miliar sejak 2013.

Managing Director AmCham Indonesia, Lim Neumann mengatakan, dengan besarnya nilai investasi tersebut, negara Paman Sam menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, mengalahkan Singapura, Jepang, Inggris dan China.

"Terkadang mudah untuk mengecilkan peran yang sangat penting yang dimainkan AS dan telah dimainkan di Indonesia selama beberapa dekade," ujar Lim dalam acara KTT Investasi AS-Indonesia di Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (21/11).

Lim memaparkan investasi Amerika Serikat di Indonesia tidak hanya sekadar untuk menciptakan lapangan kerja. Sebab, investasi yag dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut juga menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terjadi proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mendukung bisnis lokal.

Beberapa perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia antara lain Sampoerna (Philip Morris) dan Cargill yang berhasil mendidik petani lokal untuk meningkatkan produktivitas. Tidak hanya mendidik petani, lembaga pemeringkat AS tersebut juga menyatakan bahwa Amerika Serikat juga menghubungkan Indonesia dengan pelaku pasar Internasional di luar negeri.

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini