KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Dua masalah penting untuk penerbangan Indonesia

Selasa, 15 Mei 2012 15:21 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Ilustrasi Pesawat. merdeka.com/shutterstock.com

Merdeka.com - Pemerintah menyatakan sektor jasa transportasi udara tengah mengalami tantangan di saat tingginya permintaan pelayanan moda transportasi ini. Tantangan datang baik dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

Direktur Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, mengatakan Indonesia saat ini mengalami kekurangan pilot untuk melayani penerbangan domestik.

Kekurangan ini membuat pemerintah harus memberikan izin penerbang asing untuk melayani kebutuhan domestik dalam menutupi kekurangan ini.

"Growth transportasi udara saat ini mencapai 15 hingga 20 persen untuk domestik. Di mana penumpang transportasi udara mencapai 61 juta," ujarnya saat ditemui di Hanggar II GFC, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (15/5).

Saat ini, Indonesia telah memiliki 11 sekolah penerbangan yang diharapkan bisa menjadi solusi peningkatan jumlah penerbang.

Selain itu, lanjutnya, permasalahan yang tak kalah penting ialah tidak mencukupinya kapasitas bandara yang dimiliki untuk menampung seluruh pesawat udara.

"Dunia penerbangan ini berkembang tetapi dari sisi kapasitas infrastruktur sangat kurang," tuturnya.

Herry juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menertibkan gelombang radio amatir khususnya sekitar bandara. Selama ini para pilot kerap mengeluhkan jaringan gelombang ini mengganggu sistem navigasi pesawat.

"Kami sudah mengirim surat ke Kemenkominfo. Karena banyak radio amatir yang jaringannya jelek," tegasnya.

Sebelumnya sistem navigasi menjadi salah satu permasalahan yang menjadi spekulasi kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak beberapa waktu yang lalu. [rin]

Topik berita Terkait:
  1. Jalur Penerbangan

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.