Dua BUMN Farmasi Produksi 3 Jenis Obat untuk Perawatan Pasien Covid-19

Selasa, 5 Mei 2020 14:20 Reporter : Anisyah Al Faqir
Dua BUMN Farmasi Produksi 3 Jenis Obat untuk Perawatan Pasien Covid-19 Budi Gunadi Sadikin. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa ada dua perusahaan BUMN sudah bisa memproduksi obat-obatan yang digunakan untuk perawatan pasien terjangkit Covid-19. Perusahaan tersebut yaitu Indofarma dan Kimia Farma, yang telah mampu membuat tiga jenis obat yakni antiviral, antibiotik dan antiinflamasi.

"Ketiga obat itu sudah bisa diproduksi Indofarma dan Kimia Farma," kata Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi VI, VII dan Komisi IX secara virtual, Jakarta, Selasa (5/5).

Pada jenis obat antiviral yang sudah diproduksi yaitu oseltamivir. Budi mengakui bahwa dalam produksi obat ini, perusahaan BUMN mengalami kesulitan bahan baku yang masih impor dari India dan China.

Dalam hal ini pihaknya telah menyewa pesawat Garuda Indonesia untuk membawa oseltamivir. Sehingga obat itu sudah cukup diproduksi Kimia Farma dan Indofarma.

Perusahaan BUMN Farmasi juga sudah memproduksi chloroquine dan azithromycin yang merupakan obat antibiotik dan antiinflamasi dalam jumlah yang cukup. Produk obat ini pun sudah siap distribusikan ke seluruh RS Indonesia.

BUMN juga bekerjasama dengan LBM Eijkman dan lembaga riset perguruan tinggi untuk bisa berpartisipasi baik ditataran lokal maupun internasional. Pada tataran internasional Bio Farma sudah masuk dalam grup solitaire WHO.

1 dari 1 halaman

Aktif Temukan Vaksin

vaksin rev2

Dalam kerjasama ini Bio Farma sudah bisa melakukan clinical trial untuk vaksin Covid-19. Kerja sama juga dilakukan dengan Sinovac, sebuah perusahaan Bioteknologi dari China yang pertama kali bergerak menghadapi virus Covid-19.

"Kami juga sudah aktif di organisasi dunia mengenai epidemic innovation yang bergerak di bidang vaksin," kata dia.

Sementara itu di dalam negeri, BUMN sudah berkoordinasi dengan seluruh lembaga penelitian mikrobiologi perguruan tinggi, balitbangkes, dan LBM Eijkman. Salah satu yang sedang dikembangkan yakni terapi plasma konvalesen.

Saat ini prosesnya sudah sampai pada tahap tahap uji klinis terakhir. Tahap ini dilakukan bersama RS Angkatan Darat, Eijkman dan Bio Farma. Jika hal ini sudah lulus uji bisa, maka bisa segera digunakan untuk pasien terjangkit.

"Apabila uji clinical sudah lulus dan izin dari Kemenkes untuk bisa segera mengimplementasikan terapi plasma konvalesen," kata dia mengakhiri. [idr]

Baca juga:
Madagaskar Ekspor Minuman Herbal Diklaim Sembuhkan Covid-19 ke Negara Afrika Barat
Diizinkan di AS, Gilead Produsen Obat Covid-19 Bakal Dapat Pemasukan USD2 Miliar
Pemerintah Kembangkan Pil Kina Sebagai Obat Alternatif Covid-19
Konvalensen Plasma Darah Pasien Sembuh Corona ke Kondisi Berat Hasilnya Melegakan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini