DPR Setujui Tambahan Subsidi dan Kompensasi Energi Rp350 Triliun

Jumat, 20 Mei 2022 13:12 Reporter : Anisyah Al Faqir
DPR Setujui Tambahan Subsidi dan Kompensasi Energi Rp350 Triliun Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah telah mendapatkan persetujuan DPR untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp 350 triliun. Penambahan anggaran tersebut dilakukan dalam rangka mencegah kenaikan harga BBM, gas LPG 3 kilogram dan tarif listrik di tengah kenaikan harga energi global.

"Kita naikkan semua subsidi dan kompensasi sampai Rp 350 triliun," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (20/5).

Dia menjelaskan tambahan subsidi dan kompensasi tersebut diluar anggaran APBN 2022 yang telah menyediakan dana sebesar Rp 154 triliun. Tambahan subsidi digelontorkan pemerintah agar tidak terjadi kenaikan harga sehingga daya beli masyarakat bisa tetap terjaga.

"Ini agar harga Pertalite, solar, minyak tanah, gas LPG 3 kilogram dan listrik tetap bisa dijaga harganya," kata dia.

Bagi Sri Mulyani menjaga daya beli masyarakat menjadi yang utama saat ini di tengah tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut. Hanya saja, peningkatan daya beli masyarakat saat ini masih terlalu rapuh.

"Pemulihan ekonomi nasional masih di tahap awal dan harus dijaga. Daya beli masyarakat juga belum sepenuhnya pulih," kata dia.

Namun bendahara negara ini mengakui, APBN tidak sepenuhnya bisa menjadi bantalan gejolak ekonomi global yang mulai terasa di dalam negeri. Untuk itu, Sri Mulyani akan menaikkan tarif listrik bagi pelanggan PLN dengan daya mulai dari 3.000 VA ke atas. Skema berbagi beban ini dianggap bisa membantu agar tidak terlalu bergantung pada pemerintah.

"Buat masyarakat pelanggan PLN 3.000 VA ini akan di-adjustment tarif listriknya," kata dia.

Terkait besaran kenaikan dan waktunya, Sri Mulyani menyerahkan kepada PLN dan Kementerian ESDM sebagai pelaksana. Dia menegaskan, kenaikan tarif listrik kelompok tertentu ini bukan berarti untuk menutupi defisit dari kelompok pelanggan yang tidak mengalami kenaikan tarif.

"Kita menambah alokasi subsidi buat PLN agar tarif listriknya bisa dicegah buat naik, bukan sebagai take over kelompok pelanggan yang tarifnya tidak naik," kata dia mengakhiri. [azz]

Baca juga:
Sri Mulyani Ajukan Kenaikan Subsidi Energi dan Kompensasi Jadi Rp443,6 T
Plus Minus Dampak Kenaikan Harga Komoditas Dunia pada Indonesia
Tiga Isu Energi yang Diangkat Dalam Presidensi G20
Subsidi Langsung Bisa Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM, Begini Mekanismenya
Subsidi Energi Berpotensi Capai Rp320 T, Pemerintah Siapkan Kenaikan Harga Pertalite
Realisasi Subsidi Energi Melonjak Tajam Hingga Tembus Rp38 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini