DPR minta pemerintah benahi penentuan harga gas di sektor hulu

Rabu, 21 September 2016 15:51 Reporter : Saugy Riyandi
DPR minta pemerintah benahi penentuan harga gas di sektor hulu Satya Widya Yudha. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Pemerintah diminta benahi sektor gas bumi di Indonesia. Caranya, dengan membuat harga gas di hulu lebih murah hingga di bawah USD 5 per MMBTU.

Sebab, harga gas di hulu yang berasal dari kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) sudah mahal berkisar antara USD 5-8 per MMBTU. Harga gas hulu di Indonesia ini sudah jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga gas hilir di negara tetangga yang di kisaran USD 5 per MMBTU.

Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha mengatakan penyebab harga gas di hulu mahal karena lapangan-lapangan gas di Indonesia punya tingkat keekonomian yang berbeda-beda, sehingga menyebabkan harga gas di hulu menjadi bervariasi.

"‎Masing-masing lapangan gas punya tingkat keekonomian yang beda-beda yang akhirnya membuahkan harga gas di masing-masing lapangan itu bisa beda-beda. Jadi tidak bisa 1 lapangan dipatok harga sama dengan lapangan lain. Ini harus dibenahi oleh pemerintah, pokoknya dari yang paling hulu dulu," kata Satya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/9).

Satya menjelaskan, saat ini, pemerintah menggunakan sistem production sharing contract atau kontrak bagi hasil. Maka penurunan harga gas, itu bisa dilakukan dengah mengubah profit split yang akhirnya mungkin bagian dari pemerintah, itu bisa tidak sebesar sebelumnya.

"Dengan demikian, itu bisa menekan harga gasnya. Khususnya untuk lapangan yang sulit, lapangan yang membuat harga gas menjadi mahal," tegasnya.

Langkah yang bisa diambil oleh pemerintah yakni, meninjau ulang kontrak bagi hasil produsen gas, karena ketika harga tidak ekonomis, produsen tersebut tidak akan mendevelop gasnya. Atau dengan kata lain, ingin harga gas murah, tapi itu semua berdasarkan kualitas lapangan.

"Ternyata lapangannya sulit dia harus beli gas mahal atau jual gas mahal, tapi industri tidak mau harga gas mahal, maka pemerintah harus ubah kontrak bagi hasilnya, profit split lebih untungkan kontraktor sehingga dia lebih ekonomis, kalau enggak ya lapangan enggak bisa dikembangkan. Jadi gini, menekan harga gas murah itu, tidak serta merta hanya memotong harganya, tapi juga harus mengatur dari hulunya. Ini SKK Migas dan lainnya harus turut serta," jelasnya.

Sebagai contoh harga gas di hulu yang sudah cukup tinggi, antara lain:

1. Conocophillips (Pekanbaru) USD 7,04 per MMBTU

2. Conocophillips (Sumatera Selatan dan Jawa Barat) USD 5,44 per MMBTU

3. Ellipse (Jawa Barat) USD 6,75 per MMBTU

4. Lapindo (Jawa Timur) USD 7,649 per MMBTU

5. Pertamina EP Benggala (Medan) USD 8,49 per MMBTU

6. Pertamina EP Sunyaragi (Cirebon) USD 7,5 per MMBTU

7. Pertamina EP Pangkalan Susu (Medan) USD 8,48 per MMBTU

8. Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO (Jawa Timur) USD 7,99 per MMBTU

9. Santos (Jawa Timur) USD 5,79 per MMBTU

10. Lapangan Jambi Merang (Batam) USD 6,47 per MMBTU [sau]

Topik berita Terkait:
  1. Gas Bumi
  2. DPR
  3. Jakarta
  4. Migas
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini