DPR dukung wacana sanksi ke perusahaan pelaku pencemaran lingkungan

Reporter : Syifa Hanifah | Rabu, 7 Desember 2016 15:36
DPR dukung wacana sanksi ke perusahaan pelaku pencemaran lingkungan
Ilustrasi pencemaran lingkungan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Satya W Yudha, mengusulkan adanya denda bagi perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan dalam aktivitas bisnisnya. Ketentuan ini nantinya akan tercantum di undang-undang lingkungan hidup.

Menurutnya, hal ini dilatarbelakangi kasus pencemaran Lingkungan yang terjadi di Laut Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diakibatkan meledaknya kilang Montara milik PT Exploration and Production pada 2009.

"Saya sih dukung apabila ada sanksi terhadap industri yang kita anggap sebagai pollutant. Maka kita meminta nanti ada satu ketentuan di dalam UU, atau peraturan yang ada, istilahnya polluter's pay jadi siapa yang membuat polusi, maka dia harus membayar," katanya saat ditemui usai acara SIMGRESNAS XIV Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), di Jakarta, Rabu (7/12).

Dirinya mengatakan aturan mengenai polluter's pay ini memang belum masuk ke dalam UU No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Nantinya ketentuan ini tidak hanya berlaku pada industri migas, namun juga pada industri lain misal perusahaan pembakar hutan.

"Makanya kita ingin memasukan itu. Tapi ini masih wacana yang perlu dikembangkan, karena kan kalau tidak, maka tidak ada yang bertanggung jawab. Itu polluter's pay tak hanya terbatas pada kasus Montara, tapi juga untuk pembakar hutan dan lain-lain, ada penalti yang dibebankan," tutupnya.

Baca juga:
Penampakan Paris dikepung polusi parah
Luhut desak Australia selesaikan kasus meledaknya kilang Montara
Ahok kesal masih ada pabrik buang limbah sembarangan di sungai
Penegakan hukum lingkungan di Jawa Barat dinilai masih lemah
Seperti inilah warna-warni air sungai yang tercemar di China
Pemkot Solo keluhkan masih butuh seribu tenaga kebersihan

[bim]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE