DPR Dapat Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel, Segini Tarifnya

Rabu, 28 Juli 2021 19:37 Reporter : Merdeka
DPR Dapat Fasilitas Isolasi Mandiri di Hotel, Segini Tarifnya Ilustrasi hotel. ©Shutterstock/Joan Quevedo Fle

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar membenarkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan dua hotel berbintang sebagai fasilitas isolasi mandiri bila ada anggota DPR RI, tenaga ahlinya dan para stafnya yang terpapar Covid-19. Diketahui, kedua hotel tersebut adalah Oasis dan Ibis.

"Kami hanya kerja sama dengan Ibis di Jalan Latumenten (Raya) dan Oasis di Senen. Iya baru dua. Itu juga kita sih mendoakan mudah-mudahan tidak ada yang menggunakan,” kata Indra dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (27/7).

Indra menjelaskan, aturan terkait isolasi mandiri dituang dalam Surat Sekretariat Jenderal DPR RI nomor SJ/09596/SETJEN DPR RI/DA/07/2021 tertanggal 26 Juli 2021. Selain itu, Indra beralasan, diberikan fasilitas hotel berbintang terhadap mereka demi mencegah penularan yang lebih masif bila isolasi mandiri dilakukan di kompleks rumah dinas di Kalibata Jakarta Timur.

"Saya di-complain ada berapa belas rumah yang minggu lalu posisinya positif, mereka punya anak-anak kecil, (jadi) takut main-main, karena itu kan bisa ke mana-mana udaranya. Ya kami prepare mengatasi ini, karena ini kan sangat serius, persoalan Covid ini sudah darurat. jadi cara berpikir kami yg mengamankan semua," jelas Indra.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengapresiasi langkah DPR bekerja sama dengan beberapa hotel untuk lokasi isolasi mandiri (isoman).

Sekjen PHRI, Maulana Yusran menjelaskan, setiap instansi baik swasta maupun pemerintah memiliki kewenangan untuk mengarahkan karyawan yang positif covid-19 dengan gejala ringan untuk melakukan isoman di tempat tertentu, salah satunya hotel.

Langkah ini memberikan dampak positif terhadap industri hotel yang mengalami tekanan yang sangat dalam akibat pandemi COvid-19. Pendapatan hotel setidaknya bisa didapatkan dari biaya sewa yang dibayarkan instansi tersebut.

Dia melanjutkan, meski sejumlah hotel disewa untuk isolasi mandiri, biaya yang didapatkan dikatakan tidak bisa dibandingkan dengan operasional hotel pada masa normal. Biaya sewa menggunakan perhitungan yang berbeda.

Pada skema sewa yang disepakati, misalnya itu harga per ruangan hotel akan dipatok flat dan tidak berubah. Namun, jika menggunakan skema penjualan reguler, bahkan setiap kamar pun bisa berbeda harganya.

"Konsep penjualan ini tidak sama dengan penjualan reguler, rate-nya itu dinamis, melihat tingkat occupancy hotel, itu akan kembali ke public rate, kalau isoman kan flat rate," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (28/7).

Baca Selanjutnya: Kisaran Tarif...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini