Dorong Kredit, Perbankan Diminta Manfaatkan Fintech

Sabtu, 25 September 2021 17:00 Reporter : Sulaeman
Dorong Kredit, Perbankan Diminta Manfaatkan Fintech ilustrasi fintech. ©2018 thenextweb.com

Merdeka.com - Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira mengatakan, ada sejumlah cara yang bisa di tempuh perbankan untuk mengurangi banjir likuiditas. Pernyataan ini merespon kekhawatiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kondisi likuiditas di perbankan nasional yang berlebih selama pandemi Covid-19.

Bhima bilang, cara pertama yang bisa dilakukan oleh perbankan untuk mengurangi tingkat likuiditas yang berlebih ialah penyaluran kredit dengan skema channeling (penerusan kredit) melalui financial technology (fintech) dan multifinance. Menyusul tingginya kepercayaan konsumen atas kinerja fintech, sehingga kian ramai diserbu masyarakat guna mengakses pembiayaan.

"Karena sebenarnya permintaan kredit itu banyak, buktinya debitur yang pinjam fintech kan total nilainya triliunan," tekannya saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (24/9).

Kedua, bank mempunyai opsi luas untuk memberikan pembiayaan terhadap sektor yang mampu mencatatkan kinerja positif atau telah pulih dari tekanan pandemi Covid-19. Seperti sektor informasi dan komunikasi yang berhasil mencatatkan kinerja positif selama pandemi Covid-19.

"Kemudian ada startup juga dan sektor ekspor. Fenomena startup IPO itu kan artinya mereka sulit dapat pinjaman bank, sehingga memilih jalan pendanaan publik di bursa saham," ungkapnya.

Terakhir, perbankan bisa mengurangi banjir likuiditas dengan mendorong kredit sindikasi. Khususnya untuk proyek-proyek pemerintah. "Kalau bank khawatir risiko nya tinggi mereka bisa bentuk sindikasi atau pinjaman bersama. Banyak cara sebenarnya dorong penyaluran kredit sekarang tinggal komitmen bank nya saja," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

dorong kredit, perbankan diminta manfaatkan fintech

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anung Herlianto menyoroti kondisi likuiditas di perbankan nasional yang berlebih selama pandemi Covid-19.

Sebab, tingkat likuiditas yang berlebih bisa menimbulkan beban tersendiri bagi pihak bank. Meski demikian, dia tidak menyebutkan berapa besar tingkat likuiditas yang saat ini di perbankan nasional.

"Selama ini likuiditas berlebih nih, likuiditas di sisi lain bisa menimbulkan beban bagi bank," ujarnya dalam webinar IDX, Selasa (21/9).

Anung pun meminta pihak perbankan untuk bisa segera menyalurkan dana yang menumpuk tersebut. Di antaranya mendorong pertumbuhan kredit baru dengan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Oleh karena itu harus ada outlet segera yang untuk disalurkan. Bank saya kira sudah tidak sabar untuk itu," tutupnya.

[bim]

Baca juga:
Usaha Menengah Masih Mendominasi Kredit UMKM Perbankan
Menteri Teten Yakin 30 Persen Porsi Kredit UMKM di 2024 Tercapai
Kejar Pemulihan Ekonomi, Sri Mulyani Waspadai Rendahnya Penyaluran Kredit
Wamenkeu: Perbankan Lebih Tertarik Beli SUN Ketimbang Salurkan Kredit
Survei BI: Penyaluran Kredit Perbankan Mayoritas untuk KPR di Agustus 2021
BI Catat Pembiayaan Agustus Sektor Real Estat hingga Informasi dan Komunikasi Naik
Menteri Erick Akui Kredit UMKM Indonesia Termasuk Terendah di Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini