Dorong Ekspor, Pengusaha Dukung Upaya Penyelesaian Perjanjian Dagang

Rabu, 31 Juli 2019 15:10 Reporter : Merdeka
Dorong Ekspor, Pengusaha Dukung Upaya Penyelesaian Perjanjian Dagang Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Danang Girindrawardana mendukung berbagai upaya pemerintah untuk menyelesaikan perjanjian dagang Indonesia dengan negara-negara yang potensial menjadi pasar tujuan ekspor baru.

Danang mengatakan, upaya ratifikasi tersebut dapat menjaring potensi pasar yang lebih besar dan mengganti nilai ekspor yang hilang dari Amerika Serikat (AS) maupun China akibat perang dagang.

"Kita akan lebih mudah berdagang dengan negara-negara yang mempunyai perjanjian dagang dengan Indonesia," katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, banyak ratifikasi perjanjian dagang yang sudah dilakukan Kementerian Perdagangan, meski belum sepenuhnya usai, terutama ke negara-negara Rusia, Asia Tengah, dan Asia Selatan, yang diharapkan selesai pada akhir 2019.

Padahal, tambah dia, negara-negara nontradisional ekspor ini mempunyai kinerja pertumbuhan ekonomi yang baik, ketika kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

"Kalau kita bisa dagang ke mereka dengan lebih baik, bisa mengatasi masalah-masalah hubungan dengan Uni Eropa juga," kata Danang.

Dia mengharapkan upaya pencarian pasar ekspor ini dapat memperkuat kinerja neraca perdagangan yang masih tercatat defisit, terutama setelah dua negara tujuan ekspor utama, AS dan China, sama-sama melakukan perang tarif dagang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor Indonesia ke dua negara adidaya tersebut mencapai 26,59 persen dari total ekspor pada semester I-2019.

Dalam kesempatan terpisah, Anggota Komisi VI DPR RI, Juliari Batubara mengapresiasi upaya untuk mencari negara tujuan ekspor baru karena pasar komoditas yang sekian lama jadi andalan ekspor nasional sudah tidak lagi menggairahkan.

Menurut dia, pemerintah perlu mengutamakan negara-negara yang mampu menyerap ekspor produk dengan volume yang sangat besar agar neraca perdagangan dapat kembali tumbuh positif.

Untuk itu, politisi PDI-Perjuangan ini mengharapkan Kementerian Perdagangan mampu membuka jalan bagi eksportir, agar produk nasional, terutama yang mempunyai daya saing, bisa mendapatkan kemudahan masuk pasar mancanegara.

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance, Ahmad Heri Firdaus ikut mengharapkan adanya upaya melanjutkan perjanjian bebas dengan negara-negara tujuan ekspor yang potensial untuk membuka pasar yang lebih luas.

Selain itu, tambah dia, pemerintah perlu membuat intelijen pasar untuk mencari pasar nontradisional baru dengan tetap mempertahankan pasar lama dengan potensi besar yang selama ini konsisten menyerap produk-produk Indonesia.

"Volume perdagangan kita ke China sudah menjadi yang tertinggi, artinya kita sangat bergantung dengan perdagangan dengan China, tapi kita tetap harus membuka peluang untuk ekspor," kata Heri. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini