Dominasi Penumpang Internasional Bandara Ngurah Rai 2025: Capai 63 Persen Didorong Rute Baru
Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat dominasi penumpang internasional pada tahun 2025, mencapai 63 persen dari total, didorong oleh pembukaan rute baru yang signifikan.
Denpasar, Bali – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali, menunjukkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025. Pengelola bandara melaporkan bahwa jumlah penumpang penerbangan internasional secara signifikan melampaui penumpang domestik. Fenomena ini menandai pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Bali yang kuat, khususnya dari pasar global.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, pada hari Senin di Denpasar, Bali, mengungkapkan data penting ini. Penumpang internasional mencapai 63 persen dari total keseluruhan penumpang yang dilayani bandara selama tahun 2025. Angka ini mencerminkan daya tarik Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Dominasi trafik penumpang dan pesawat oleh penerbangan internasional ini didorong oleh peningkatan konektivitas udara yang masif. Pembukaan rute-rute baru menjadi faktor kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan perjalanan menuju Pulau Dewata tetap sangat positif di mata dunia.
Peningkatan Konektivitas dan Rute Internasional Baru
Tahun 2025 menjadi saksi bisu lonjakan konektivitas udara di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tercatat ada 13 aktivasi rute internasional baru yang dibuka, beberapa di antaranya merupakan rute perdana yang belum pernah ada sebelumnya. Rute-rute ini meliputi Newcastle (Australia), Cheongju (Korea Selatan), Saigon (Vietnam), dan Sichuan (China), yang semakin memperluas jangkauan penerbangan ke Bali.
Pembukaan rute-rute baru ini tidak hanya meningkatkan pilihan bagi wisatawan tetapi juga memperkuat posisi Bali sebagai hub pariwisata internasional. Nugroho Jati menegaskan bahwa tingginya minat maskapai untuk membuka rute ke Bali menunjukkan permintaan perjalanan yang sangat positif. Ini adalah indikator kuat pemulihan industri pariwisata pasca-pandemi.
Komposisi trafik yang didominasi penerbangan internasional ini secara jelas mencerminkan peran vital Bandara I Gusti Ngurah Rai. Bandara ini berfungsi sebagai gerbang utama pariwisata nasional sekaligus penghubung konektivitas internasional. Upaya terus-menerus dalam menambah rute baru berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Data Trafik Penumpang dan Destinasi Terpopuler
Sepanjang tahun 2025, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani total 24.125.161 penumpang. Dari jumlah tersebut, penumpang internasional mendominasi dengan angka 15.177.283 orang. Sementara itu, 8.947.878 penumpang berasal dari penerbangan domestik, atau sekitar 37 persen dari total keseluruhan.
Secara rata-rata, pergerakan penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai mencapai sekitar 2 juta penumpang setiap bulan. Angka ini setara dengan sekitar 66.000 penumpang setiap hari, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Efisiensi operasional bandara sangat penting untuk menampung volume trafik yang tinggi ini.
Untuk rute penerbangan, Cengkareng Jakarta masih menjadi yang terpadat dengan 4,23 juta penumpang. Rute internasional Singapura menyusul dengan 2,69 juta penumpang, diikuti Kuala Lumpur Malaysia 1,76 juta, Surabaya 1,31 juta, dan Melbourne Australia 1,15 juta penumpang. Data ini menunjukkan pola perjalanan yang beragam.
Bulan Juli 2025 mencatat pergerakan penumpang terpadat, mencapai 2,3 juta penumpang atau rata-rata 76.005 penumpang per hari. Tingginya trafik pada bulan ini sejalan dengan periode musim libur. Puncak libur musim panas dan libur sekolah secara signifikan mendorong peningkatan mobilitas wisatawan internasional dan domestik menuju Bali.
Profil Kedatangan Warga Negara Asing (WNA)
Peningkatan konektivitas dan rute baru tidak hanya mendatangkan penumpang internasional, tetapi juga menarik banyak Warga Negara Asing (WNA) ke Bali. Nugroho Jati menyampaikan data dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Sepanjang periode Januari-Desember 2025, tercatat 7,1 juta WNA datang ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Penumpang pemegang paspor Australia masih menempati urutan pertama sebagai penyumbang WNA terbanyak. Sebanyak 1,67 juta orang atau 23 persen dari total kedatangan WNA berasal dari Australia. Posisi kedua ditempati oleh India dengan hampir 584 ribu orang, menunjukkan pertumbuhan pasar yang signifikan dari negara tersebut.
WNA asal Republik Rakyat China berada di urutan ketiga dengan 560 ribu orang, menunjukkan potensi pasar yang besar dari Tiongkok. Data ini memberikan gambaran jelas tentang pasar utama pariwisata Bali. Pemahaman akan profil WNA ini sangat penting untuk pengembangan strategi pariwisata ke depan.
Sumber: AntaraNews