Ditutup Stagnan, Nilai Tukar Rupiah Dibayangi Sentimen Kenaikan Kasus Covid-19

Jumat, 13 November 2020 17:02 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ditutup Stagnan, Nilai Tukar Rupiah Dibayangi Sentimen Kenaikan Kasus Covid-19 Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup stagnan di perdagangan Jumat (13/11) sore. Pergerakan Rupiah masih dibayangi sentimen kenaikan kasus Covid-19.

Rupiah ditutup stagnan di posisi Rp14.170 per USD, sama dengan posisi penutupan pada Kamis (12/11) lalu.

"Hingga sore ini kelihatannya sentimen negatif soal meningginya virus, masih mendominasi pasar," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.

Menurut Ariston, pasar menanggapi secara negatif kenaikan tinggi kasus Covid-19 di AS yang bisa menghambat pemulihan ekonomi di negara tersebut, yang mendorong pelemahan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.

Namun pelaku pasar juga mewaspadai sentimen kenaikan kasus Covid-19 tersebut, yang dinilai juga bisa menjadi sentimen negatif untuk nilai tukar pasar berkembang (emerging markets).

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.150 per USD. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.150 per USD hingga Rp14.220 per USD.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.222 per USD dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.187 per USD. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini