Ditunjuk jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, Ini Sepak Terjang Chatib Basri

Senin, 9 Desember 2019 10:10 Reporter : Merdeka
Ditunjuk jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, Ini Sepak Terjang Chatib Basri Chatib Basri. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan kepengurusan. Dalam RUPS tersebut Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Chatib Basri untuk menduduki posisi Wakil Komisaris Utama Perseroan.

Nama Chatib Basri sudah dikenal di dunia ekonomi maupun pemerintahan. Adik angkatan Sri Mulyani di Universitas Indonesia (UI) ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Chatib lahir di Jakarta pada 2 Agustus 1965 dan merupakan seorang akademisi yang aktif di dalam dan luar negeri. Menurut situs resmi UI, Chatib pertama kali menjabat sebagai dosen di Fakultas Ekonomi UI pada tahun 1995.

Karier Chatib Basri tercatat sukses ketika menjabat sebagai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ekonom Destry Damayanti (kini Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia) juga pernah memuji kecerdasan Chatib sehingga pantas menjadi Menkeu di kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Integritas dan kapabilitas beliau oke dan punya jaringan dalam dan luar negeri yang cukup banyak. Dia juga pintar, kredibilitas bagus, profesional," ujar Destry pada tahun 2013 lalu.

Chatib meraih gelar Phd bidang ekonomi dari Universitas Nasional Australia pada tahun 2001. Di universitas tersebut, dia juga pernah menjabat Asisten Peneliti Asisten Peneliti di Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies.

Chatib Basri pernah memimpin Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) pada tahun 2004-2009. Situs resmi LPEM menyebut keahlian utama Chatib ada di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.

Kemampuannya membuat sang ekonom dipercaya berbagai jabatan penting seperti penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2004-2005), Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010), merepresentasikan Indonesia (sherpa) di Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Washington (2008), dan sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional Presiden RI (2010-2012).

1 dari 2 halaman

Kata Pengamat

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda perubahan kepengurusan. Dalam RUPS tersebut Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Chatib Basri untuk menduduki posisi Wakil Komisaris Utama.

Direktur Eksekutif Sinergi BUMN Institute, Achmad Yunus mengatakan, dengan ditunjuknya Chatib Basri menjadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri, terbukti bahwa regenerasi tidak berjalan dengan baik.

"Banyak ekonom-ekonom muda yang fresh dan ahli di bidang perbankan bisa mengisi posisi tersebut. Sementara Pak chatib keahliannya di bidang makro ekonomi, dia bukan orang perbankan, tidak punya pengalaman di bank, tapi dia politik ekonomi," ujar Achmad saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (8/12).

Menurutnya, kebijakan-kebijakan Chatib Basri saat menjabat Menteri Keuangan atau kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sangat melayani kepentingan asing dan jaringan internasional. Sedangkan Indonesia selalu menjadi objek yang justru semakin jauh dari keberpihakan pada kesejahteraan rakyat.

Lanjut Achmad, Bank mandiri adalah BUMN, yakni sebagai instrumen ekonomi kerakyatan. Maka seharusnya menjadi benteng, untuk menghalangi dari serangan kapitalisme dan kepentingan asing, yang justru menjerumuskan ekonomi nasional.

"Diperlukan sosok ekonom nasionalis yang paham perbankan. Saya khawatir penempatan beliau cenderung akan melayani dan berpihak pada kepentingan-kepentingan asing, hal ini untuk mencegah terjadinya "penggadaian" bank mandiri ke depan," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Butuh Komitmen Kuat

Berbeda pandangan, pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Toto Pranoto mengatakan bahwa Chatib Basri cocok untuk menjadi wakil komisaris utama Bank Mandiri.

"Chatib Basri punya track record yang sangat memadai, dia pernah jadi Menkeu dan berpengalaman juga sebagai Komisaris di beberapa perusahaan raksasa, seperti Astra International dan kelompok Axiata di Malaysia," ujar Toto kepada Liputan6.com.

Jadi secara kompetensi menurutnya sudah cukup bagus, tinggal komitmen waktu yang bersangkutan untuk bisa cukup efektif dalam menjalankan tugas, dalam monitoring dan pengawasan Bank Mandiri.

Sementara, menurut ekonom Direktur Core, Piter Abdullah, untuk posisi Wakil Komisaris Utama (Komut) Bank Mandiri, Chatib Basri sudah memenuhi semua syarat.

Tugas Posisi wakil Komutkan tidak terlalu berat, untuk pak Chatib Basri bukan masalah, ia sudah punya banyak pengalaman. Tugas utama para komisaris lebih kepada pengawasan bukan pada eksekusi kebijakan, kata Piter, saat dihubungi Liputan6.com. [idr]

Baca juga:
Pengamat soal Chatib Basri Jadi Wakil Komut Bank Mandiri: Dia Bukan Orang Perbankan
Erick Thohir Tunjuk Chatib Basri Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri
Chatib Basri Bakal Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Mandiri?
Bank Mandiri Cabang Sorong Jadi Kantor Pengelola Kas Titipan Terbaik di 2019
Bank Mantap Terbitkan Obligasi Rp1 T, Tawarkan Bunga 7,9 dan 8,2 Persen
Genjot Kunjungan Wisman, 3 BUMN Gelar Lomba Lari di Tol Atas Air

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini