Dituduh jadi kartel motor, ini kata bos Yamaha

Selasa, 26 Juli 2016 17:15 Reporter : Hana Adi Perdana
Dituduh jadi kartel motor, ini kata bos Yamaha Motor matic paling laku. ©2014 Otosia.com

Merdeka.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) membantah adanya surat elektronik (email) yang berisi tentang koordinasi dengan PT Astra Honda Motor (AHM) untuk menaikan harga motor‎ matik dengan kapasitas mesin 110 cc - 150 cc.

Executive Vice President ‎YMMI, Dyonisius Betty mengaku, dirinya setiap hari menerima email dari berbagai pihak, namun tidak ada koordinasi dengan pihak AHM. Menurutnya, dokumen yang ditemukan oleh tim investigasi KPPU ‎adalah email yang berasal dari internal YMMI sehingga tidak bisa dijadikan bukti 'selingkuh'.

‎"Saya ingin sampaikan setiap hari terima email puluhan. Email dari berbagai pihak, apa itu jadi bukti selingkuh? Tidak kan. Itu email internal. Bukan email Yamaha sama Honda. Sama sekali bukan. Kalau email janjian itu email dua belah pihak. Kita taruh email salah gitu? Itu enggak bener," kata Dyon usai sidang di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (26/7).

Lanjut Dyon, dua perusahaan sebesar Yamaha dan Honda tidak mungkin melakukan kartel. Alasannya, dua pabrikan otomotif asal Jepang tersebut telah mengeluarkan modal besar untuk promosi, bahkan sampai melakukan kampanye hitam.‎

"‎Biaya untuk promosi itu enggak sedikit, biayanya cukup besar. Bahkan, di Indonesia biaya promosi itu nomor 6 pada industri dibanding industri lain. Kartel itu tidak perlu biaya promosi besar-besaran. Buat apa perang promosi. Sampai black campaign. Konsumen juga melihat jelas bahwa terjadi diskon besar-besaran," pungkasnya.

‎Diberitakan sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Motor Indonesia (YMI) melakukan praktik kartel sepeda motor matik 110-125 cc. Hal ini usai pihaknya mendapat bukti dokumen surat elektronik di mana kedua perusahaan melakukan komunikasi mengenai harga.

"Karena komoditi paling banyak diminati masyarakat. Penguasaan pasar di skutik tersebut perusahaan besar, kita monitor terus perilakunya," ujar Syarkawi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/7).

"Mereka berkoordinasi buktinya dokumen yang membuktikan email-emailan untuk koordinasi harga," tambah dia.‎ [sau]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini