Dirut Jasa Raharja: Proses Santunan Kecelakaan Kurang dari 24 Jam

Rabu, 6 April 2022 15:15 Reporter : Merdeka
Dirut Jasa Raharja: Proses Santunan Kecelakaan Kurang dari 24 Jam Gedung Jasa Raharja. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyelenggara program perlindungan dasar kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan, terus berupaya mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam memberikan perlindungan korban kecelakaan. Salah satunya terbukti dari pencairan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan dapat diproses dengan cepat, atau kurang dari 24 jam.

Perusahaan asuransi sosial milik negara ini memberikan jaminan santunan bagi korban kecelakaan, sebagaimana amanat Undang Undang No. 33 Tahun 1964 dan Undang Undang No 34 Tahun 1964.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono mengatakan, telah melakukan digitalisasi kerja sama dengan instansi terkait. Salah satunya dengan Korlantas Polri yaitu IRSMS (Integrated Road Safety Management System) yang mengintegrasikan data kecelakaan secara langsung kepada Jasa Raharja untuk kecepatan keterjaminan korban dan dengan Dukcapil yaitu integrasi data kependudukan yang memudahkan Jasa Raharja dalam penentuan Ahli Waris korban ,

"Hal ini tentu saya dengan cepat memberikan kemudahan pelayanan Jasa Raharja kepada para korban sehingga dapat tertangani dengan cepat," ucap Rivan di Jakarta, Rabu (6/4).

Sistem ini telah diimplementasikan pada kecelakaan yang terjadi di jalur Pantura, Desa Playangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (3/4). Rivan menjelaskan petugas Jasa Raharja bersama pihak dari Polres Kota Cirebon telah meninjau TKP dan melakukan pendataan korban meninggal dunia di RSUD Waled.

Langkah proaktif tersebut sambung Rivan, merupakan bagian dari pelayanan santunan yang cepat dan tepat sesuai harapan masyarakat, khususnya yang menjadi korban.

"Seluruh korban meninggal mendapat santunan dari Jasa Raharja. Santunan meninggal dunia tersebut dapat diproses dengan cepat kurang dari 24 jam," jelas Rivan.

2 dari 2 halaman

Jumlah dan Syarat dapat Santunan

Rivan menjelaskan, korban meninggal dunia berhak atas santunan diserahkan kepada ahli waris yang sah menurut aturan yang berlaku sebesar Rp50 juta, untuk korban luka-luka dijamin biaya perawatan oleh Jasa Raharja hingga maksimal Rp20 juta. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No 15 Tahun 2017.

"Saat ini seluruh santunan meninggal dunia dan jaminan bagi korban luka-luka telah kami tuntaskan dalam kurun waktu kurang dari 9 jam," jelas Rivan.

Santunan ini diberikan mengingat kendaraan yang terlibat sudah membayar pajak kendaraan, di mana di setiap pembayaran pajak kendaraan yang dibayarkan di SAMSAT sudah termasuk pembayaran Sumbangan Wajib Dana kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Sehingga apabila terjadi musibah kecelakaan yang disebabkan kendaraan lain para korban akan mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja sesuai Program Perlindungan Dasar Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

"Dengan sistem pelayanan yang terintegrasi secara digital dengan instansi terkait yaitu Polri,Rumah Sakit, Ditjen Dukcapil Kemendagri, dan Pamong Praja setempat hingga perbankan maka proses santunan dapat kami lakukan on time walaupun di hari libur sekalipun, seperti hari ini Ahad (3/4)."

Baca juga:
Intip Strategi dan Upaya Jasa Raharja Turunkan Fatalitas Korban Kecelakaan
Hati-Hati, Beredar Lowongan Kerja Palsu Catut Nama Jasa Raharja
Jasa Raharja Tetapkan 13 Parameter untuk Tingkatkan Pelayanan Santunan, Ini Detailnya
Jasa Raharja Sinergi dengan 2.317 Rumah Sakit Percepat Penanganan Korban Kecelakaan
Jasa Raharja: 61 Persen Kecelakaan Disebabkan Kelalaian Manusia
Jasa Raharja: Seluruh Korban Luka dan Meninggal di Muara Rapak akan Mendapat Santunan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini