Dirut Garuda Indonesia Ternyata Tak Dapat Izin Dinas saat Selundupkan Harley

Jumat, 6 Desember 2019 15:15 Reporter : Merdeka
Dirut Garuda Indonesia Ternyata Tak Dapat Izin Dinas saat Selundupkan Harley CEO Garuda Indonesia Ari Askhara. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kasus penyelundupan komponen motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton membuat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara kehilangan jabatannya.

Dalam manifest pesawat Airbus tipe 330-900 tersebut, tercatat Ari Askhara menumpangi pesawat dengan jajaran direksi lain. Namun ternyata, ada 4 direksi yang tidak dapat izin terbang dari Kementerian Perhubungan.

"Menurut komite audit, ke-4 direktur ini tidak dapat izin dinas dari Kemenhub, itu I Gusti Ngurah Askhara, Iwan Juniarto, Mohammad Iqbal, dan Heri Akhyar," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Jumat (6/12).

Menurut Arya, 4 direksi tersebut melanggar Surat Edaran Menteri BUMN. Dirinya juga menambahkan, bisa saja direksi Garuda Indonesia dirombak guna mengevaluasi total perusahaan.

"Perombakan bisa saja, sebab kita masih evaluasi total Garuda Indonesia. Laporan banyak mengenai perilaku kepada para pekerja, dan ini harus ada evaluasi keuangan," imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Kemenhub Beri Sanksi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan memberlakukan denda kepada maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia terkait penyelundupan komponen motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo.

"Ini karena spesial dan melenceng dari regulasi, seharusnya barang yang dibawa dicatat tapi tidak dicatat, maka Garuda akan didenda. Hari ini kami kirim surat dendanya," ujar Budi di Jakarta, Jumat (6/12).

Dia menjelaskan, berdasarkan peraturan standar izin penerbangan (flight approval/FA), penumpang dan barang wajib dicatat. "Berkaitan dengan FA, biasanya standar, jumlah penumpang berapa kargonya berapa, banyak sekali kita lakukan random (acak) karena ini ada yang spesial dan melenceng dari suatu kelaziman bahwa dalam FA itu barang-barang itu tidak tercatat," imbuhnya.

Sementara untuk besaran dendanya sendiri, hal tersebut akan diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud). Ditjen Hubud sendiri juga telah mengumumkan akan mengenakan sanksi berupa denda ke Garuda.

Untuk pelanggaran penyelundupan barang, penegakan hukumnya berada di ranah Bea Cukai, namun dia menekankan pada izin penerbangan yang tidak mencantumkan kargo tersebut. Untuk selanjutnya, Budi akan berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk melakukan pengawasan secara intensif dalam penerbangan terutama untuk pencatatan kargo.

"Saya pikir kami akan kerja sama dengan Bea Cukai karena berkaitan dengan barang-barang yang masuk ke Indonesia itu secara intensif dilakukan oleh Bea dan Cukai namun demikian hal-hal yang berkaitan dengan regulasi, boleh tidaknya, termasuk barang yang mengandung bahaya, kita akan membuat suatu bahasan-bahasan yang lebih detil tim," katanya.

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Ranah Bea Cukai, Polri Tak Usut Kasus Eks Dirut Garuda Selundupkan Harley Davidson
Ternyata, Pesawat Garuda Indonesia yang Angkut Harley Tak Boleh Bawa Kargo
Dukung Erick Thohir, Awak Kabin Sebut Dirut Garuda Sering Buat Kebijakan Kontroversi
Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Jadi Peringatan Pimpinan BUMN Lain
KPK Siap Usut Penyelundupan Harley Davidson di Garuda Indonesia

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini