Dirut Dipecat karena Selundupkan Harley Davidson, Saham Garuda Indonesia Anjlok

Jumat, 6 Desember 2019 12:47 Reporter : Idris Rusadi Putra
Dirut Dipecat karena Selundupkan Harley Davidson, Saham Garuda Indonesia Anjlok Garuda Indonesia. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kasus Garuda Indonesia yang mengangkut Harley Davidson ilegal milik direktur utama berdampak pada pergerakan saham perusahaan. Kasus berimbas pada pemecatan direktur utama perusahaan ini membuat saham Garuda Indonesia terus menukik semenjak kemarin.

Mengutip laman idx, saham Garuda Indonesia sempat menyentuh level 500 dan terus anjlok hingga level 492 per lembar saham. Perdagangan hari ini, saham kode GIAA ini dibuka di 498. Hingga perdagangan tengah hari ini, saham Garuda Indonesia sudah anjlok 0,81 persen ke 492 per lembar saham.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Harta Dirut Garuda Indonesia

Direktur Utama PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara tersandung kasus penyelundupan komponen motor Harley Davidson dan dua buah sepeda Brompton. Mengetahui hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir langsung memecat anak buahnya tersebut.

Berdasarkan laman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), yang diakses Liputan6.com, Ari Ashkara yang menyelundupkan komponen-komponen tersebut melalui anak buahnya yang berinisial SAS memiliki harta senilai Rp37,5 miliar.

Harta Ari Ashkara terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak. Untuk harta tidak bergerak, Ari Ashkara tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di daerah Bogor, Bekasi, Buleleng, Denpasar, Gianyar, dan Jakarta Timur dengan nilai Rp23.275.000.000.

Untuk harta bergerak, Ari Ashkara tercatat memiliki mobil Mitsubishi Pajero Sport Jeep, Mazda 6, dan Lexus dengan nilai total Rp1.370.000.000. Harta bergerak lainnya yang dia laporkan senilai Rp95 juta.

Ari Ashkara tak tercatat memiliki surat berharga, namun dia memiliki kas atau setara kas lainnya senilai Rp10.441.339.665. Harta lainnya yang dia miliki tercatat senilai Rp2.380.000.000.

Ari Ashkara tak tercatat memiliki utang. Jadi total harta kekayaan miliknya sebesar Rp37.561.339.665. Harta tersebut berdasarkan laporan pada 28 Maret 2019 untuk periodik 2018. [idr]

Baca juga:
Harga Tiket Pesawat Diharapkan Turun Usai Dirut Garuda Indonesia Dicopot
Industri Pariwisata Gembira Dirut Garuda Indonesia Dicopot, Kenapa?
Pasca Penyelundupan Harley Davidson, Kemenhub Beri Sanksi ke Garuda Indonesia
Direktur Keuangan Ditunjuk Jadi Pelaksana Tugas Dirut Garuda Indonesia
Selundupkan Harley Davidson, Dirut Garuda Indonesia Miliki Harta Rp37,5 Miliar
Erick Thohir Ungkap Kronologi Harley Selundupan dari Dua Surat Ini

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini