Dirjen Pajak akui sulitnya pungut PPN pengusaha kecil

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Senin, 11 Februari 2013 22:32
Dirjen Pajak akui sulitnya pungut PPN pengusaha kecil
Usaha mikro kecil UKM bebas pajak . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah berencana melakukan penyederhanaan mekanisme pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kepada pengusaha kecil. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menggenjot kinerja PPN yang potensinya masih besar.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Fuad Rahmany mengakui, selama ini pihaknya selalu kesulitan untuk memungut PPN dari pengusaha kecil. Dengan penyederhanaan ini, pihaknya berharap pengusaha kecil semakin patuh membayar pajak ke negara.

"Bagaimana kita menjaring pengusaha kecil. Selama ini, mereka kan tidak membayar PPN," ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/2).

Rencananya, lanjut Fuad, Ditjen Pajak akan menyederhanakan perhitungan PPN di mana pengusaha kecil dapat mengkreditkan (deemed) pajak masukannya.

"Itu masih dalam kajian, tidak perlu mengubah regulasinya, tuturnya.

Seperti diketahui, berdasarkan pasal 7 Undang-Undang No.42 tahun 2009 tentang PPN, Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang peredaran usahanya dalam setahun tidak melebihi jumlah tertentu bisa mengkreditkan pajak masukannya. Besaran pajak masukan yang dapat dikreditkan tersebut dapat dihitung dengan menggunakan pedoman penghitungan pengkreditan pajak masukan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro menambahkan, sektor penerimaan PPN masih jauh di bawah batas ideal. Potensi peningkatannya masih tinggi.

"Tarif PPN 10 persen, harusnya pajaknya 10 persen dari total konsumsi lah ya. Tapi ini kan tidak, masih berapa sekitar 2-3 persen. Jadi masih bisa diperbaiki," jelasnya.

[noe]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE