Diklaim Sebagai Blok Dagang Terbesar Dunia, ini Keuntungan Indonesia Gabung RCEP

Jumat, 31 Desember 2021 13:38 Reporter : Sulaeman
Diklaim Sebagai Blok Dagang Terbesar Dunia, ini Keuntungan Indonesia Gabung RCEP Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan, pentingnya ratifikasi perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dalam waktu dekat. Menko Airlangga menyebut, RCEP sendiri merupakan blok dagang terbesar di dunia.

"RCEP merupakan regional trading block terbesar di dunia meliputi 30 persen PDB dunia," ujarnya dalam Press Briefing terkait The Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Jumat (31/12).

Selain itu, lanjut Menko Airlangga, RCEP juga mengakomodir 27 persen dari perdagangan dunia. Kemudian, 29 persen dari investasi asing langsung dunia. "Dan RCEP mencakup 29 persen dari populasi dunia," tambahnya.

Tak cukup situ, RCEP juga memfasilitasi perdagangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan, RCEP juga membuka akses bagi perluasan penjualan produk UMKM melalui pemanfaatan digitalisasi dan kemudahan regulasi antar negara mitra.

"Dengan RCEP Indonesia punya akses pasar tambahan, terutama di China, Korea Selatan, dan Jepang," ucapnya.

Maka dari itu, pemerintah menargetkan ratifikasi RCEP bisa selesai di kuartal I-2022. Saat ini, proses pembahasan ratifikasi baru selesai dilakukan bersama Komisi VI DPR RI.

"Dan diharapkan pada awal Kuartal I-2022 sudah bisa di bawah ke Rapat Paripurna DPR. Sehingga, di kuartal pertama (2022) ini RCEP sudah ratifikasi di Indonesia," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Ekspor Indonesia Naik USD 5 Miliar

naik usd 5 miliar rev1

Menko Airlangga mengatakan, kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan meningkatkan GDP Indonesia sebesar 0,07 persen dan peningkatan ekspor sebesar USD 5 miliar pada 2040.

"Beberapa kajian ini dilihat dari RCEP, Indonesia akan mengalami peningkatan GDP sebesar 0,07 persen peningkatan ekspor sebesar USD 5 miliar tahun 2040. Sehingga dengan kajian tersebut, positif terhadap perekonomian nasional," kata Menko Airlangga.

Di sisi lain, dampak positif RCEP terhadap Indonesia dilihat dari segi perdagangan barang dan jasa. Diprediksi ekspor jasa akan meningkat di tahun 2026 sebesar USD 4.748 juta atau setara Rp 67 triliun (USD 1= Rp 14,271).

"Maka ekspor perdagangan jasa juga akan mengalami peningkatan dan juga makin peningkatan ekspor dalam wilayah, jika Indonesia segera meratifikasi RCEP," ujar Menko.

Menko Airlangga menegaskan, RCEP bukan hanya komitmen perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) saja. Melainkan, dalam perjanjian ini mengatur beberapa hal penting seperti penghapusan substansi hambatan perdagangan jasa sehingga akses pasar lebih terbuka.

"FTA tetapi juga beberapa hal yang penting lain juga termasuk diatur. Adapun diberikan keleluasaan antara lain perdagangan jasa, terutama hambatan-hambatan non tarif dikurangi," ujarnya.

Hal penting lainnya yang diatur dalam RCEP, di antaranya mendorong dan menciptakan ekosistem perdagangan elektronik e-commerce yang kondusif. Selanjutnya, mempersempit kesenjangan pembangunan di antara anggota RCEP dengan kerjasama pemberdayaan kerjasama teknis dan ekonomi.

Kemudian, mempromosikan berbagai informasi dan kerja sama dalam meningkatkan kemampuan UMKM untuk memanfaatkan perjanjian RCEP. Selanjutnya, meningkatkan kapasitas UMKM, khususnya dalam akses digital dan memasuki global and regional supply chains. Serta proteksi dan penegakan hukum hak-hak kekayaan intelektual.

Namun yang paling penting, Menko berharap RCEP ini bisa meningkatkan daya saing Indonesia, sekaligus mendorong dan membuka pasar-pasar ekspor.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Targetkan Ratifikasi RCEP Terlaksana di Kuartal I 2022
Ada IE-CEPA, Ekspor 8.000 Produk Indonesia ke 4 Negara Eropa Bebas Bea Masuk
Murabahah Adalah dan Contohnya, Pahami Pengertian Setiap Jenis Perjanjian Ini
Perjanjian Perdagangan Bebas Diharapkan jadi Stimulus Peningkatan Investasi
Pemerintah Harap IUAE-CEPA Bangun Industri Halal Kelas Dunia
Indonesia-Uni Emirat Arab Resmi Teken Perjanjian IUAE-CEPA
Sikap Eropa atas Sawit Indonesia Cederai Prinsip Perdagangan Bebas dan Adil

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini