Dibanding Malaysia, Indonesia lebih agresif beli alat berat

Selasa, 1 Oktober 2013 13:21 Reporter : Novita Intan Sari
Dibanding Malaysia, Indonesia lebih agresif beli alat berat Pembangunan apartemen Sky Garden. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Meski kondisi ekonomi dalam negeri tengah mengalami guncangan, pembangunan infrastruktur dan gedung pencakar langit masih terus berjalan. Kondisi ini turut berpengaruh positif pada bisnis pengadaan alat berat dan konstruksi.

Kepala badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hediyanto W Husaini mengatakan pasar alat berat Indonesia terus tumbuh. Setiap tahun, Indonesia membeli sekitar 12.000-18.000 unit alat berat.

"Saya juga kaget, Indonesia hebat dan agresif dalam pembangunan jika dibandingkan negara Malaysia yang hanya 3.000 per tahun, Thailand 2.000 per tahun," ujarnya usai acara "Optimization of Heavy Equipment for Road Construction" di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (1/10).

Dia memandang wajar jika Indonesia lebih agresif dibanding Malaysia dan Thailand. Sebab, harus diakui dua negara itu sudah maju sehingga tidak gencar dalam pembangunan infrastruktur.

"Kerjaan pembangunan di sana (Malaysia dan Thailand) tidak banyak makanya pembelian alat beratnya tidak lagi dibutuhkan," jelas dia.

Tahun lalu, sektor konstruksi berkontribusi 10,45 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini berada di posisi ke 5 dari 9 sektor penyumbang PDB. Dalam satu dekade terakhir, pertumbuhan sektor konstruksi selalu lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi.

Nilai kapitalisasi konstruksi meningkat pesat dalam tahun terakhir. Tahun lalu, nilai pasar konstruksi tercatat kurang lebih USD 32,4 miliar dan diperkirakan meningkat pada 2013 menjadi USD 40,3 miliar.

"Oleh karenanya diperlukan penambahan alat berat dalam jumlah yang cukup besar. Kebutuhan tersebut tentunya dapat dipenuhi dari produk-produk dalam negeri yang memiliki kandungan lokal sebesar 40-60 persen," ungkapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Infrastruktur
  3. Properti
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini