Dibanding Insentif Pajak, Pemerintah Diminta Fokuskan Anggaran PEN Untuk BLT

Rabu, 19 Agustus 2020 18:53 Reporter : Anggun P. Situmorang
Dibanding Insentif Pajak, Pemerintah Diminta Fokuskan Anggaran PEN Untuk BLT Penandatangan kerjasama Pemprov DKI dengan Menteri Keuangan. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai kucuran insentif pajak di tengah pandemi Virus Corona tidak tepat dilakukan. Sebab, saat sebagian perusahaan tidak beroperasi dan merugi, hal ini sudah membuatnya tak akan membayar pajak.

"Sejak awal saya bilang insentif pajak tidak akan berjalan. Kenapa? Karena ketika perusahaan mengalami kerugian mereka juga tidak akan membayar pajak," ujar Chatib dalam diskusi online, Jakarta, Rabu (19/8).

Sebagai gambaran, total insentif pajak yang diberikan pemerintah untuk dunia usaha dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 94,61 triliun. Lalu insentif pajak untuk UMKM Rp 2,4 triliun, dan insentif pajak di bidang kesehatan mencapai Rp 9,05 triliun.

"Jika tidak ada aktivitas ekonomi, kenapa pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk insentif pajak? Nantinya, ketika ekonomi sudah berjalan kembali, maka pemerintah baru bisa memberikan insentif pajak," jelas Chatib.

Baca Selanjutnya: Fokus Beri BLT...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini