Di WTO, Indonesia perjuangkan peningkatan subsidi pertanian

Selasa, 26 November 2013 16:13 Reporter : Ardyan Mohamad
Di WTO, Indonesia perjuangkan peningkatan subsidi pertanian pertanian. http://merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia akan memperjuangkan peningkatan subsidi pertanian dinegara berkembang dalam Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (KTM-WTO) di Bali, 3-6 Desember mendatang.

"Kita negara-negara berkembang tidak sekuat negara maju. Negara maju saja masih memberi subsidi pada petaninya, maka kita juga harus memperjuangkan dan tetap mempertahankan memberi bantuan pada petani miskin," kata Menteri Pertanian Suswono selepas rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/11).

Berdasarkan keputusan WTO pada 2005, subsidi pertanian memang dibatasi. Negara maju boleh menyalurkan subsidi pertanian maksimal 5 persen, sedangkan negara berkembang dan miskin 10 persen dari total produksi komoditas pangan nasional.

Di Bali nanti, menurut Suswono, Indonesia akan memperjuangkan agar subsidi pertanian di negara yang tidak maju naik hingga 15 persen. Penyaluran subsidi pertanian di Indonesia sendiri saat ini masih dibawah 10 persen. "Kita ingin dorong sampai 15 persen," tandasnya.

Diluar itu, Indonesia juga bakal mendorong negara maju untuk menyepakati pembentukan cadangan beras dan gandum abadi. Untuk yang satu ini, Indonesia akan membentuk aliansi dengan India.

"India merasa tidak perlu ada pembatasan waktu untuk cadangan. Penduduknya satu miliar, masyarakatnya butuh beras dan gandum, jadi sudah sewajarnya butuh stok pangan kuat. Kita sejalan dengan India," kata Suswono.

Amerika Serikat adalah salah satu negara maju yang menentang pembentukan stok pangan nasional di negara berkembang. Mereka khawatir cadangan pangan itu digunakan buat mempengaruhi harga di tingkat internasional. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. WTO
  3. Indonesia
  4. Pertanian
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini